Lalu Zohri, Sang Juara Dunia yang Dipandang Sebelah Mata dan Ultimatum dari PB PASI


SURATKABAR.ID – Lalu Muhammad Zohri sukses menorehkan namanya sebagai pelari tercepat di lintasan 100 meter dalam Kejuaraan Dunia Atletik U-20 yang digelar di Tampere, Finlandia, pada Rabu (11/7) waktu setempat.

Lalu, seperti yang dilansir dari laman Republika.co.id, pada Kamis (12/7/2018), menginjakkan kaki di garis finis dengan catatan waktu 10,18 detik mengungguli dua pelari junior unggulan asal Amerika Serikat (AS) Anthony Schwartz dan Eric Harisson.

https://twitter.com/<a data-ail="101538" target="_blank" href="https://www.suratkabar.id/tag/jokowi">jokowi</a>/status/1017323519204417539

Pencapaian luar biasa yang diraih Zohri tersebut langsung viral dan membuat penghuni jagad maya se-Tanah Air mengelu-elukan namanya dengan bangga. Bahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) turut meluapkan kebahagiaannya atas prestasi Zohri.

Melalui akun Twitter resminya, @jokowi, Jokowi mengungkapkan bahwa mengikuti perlombaan bukan sekedar saling berebut untuk menjadi unggulan, namun lebih untuk membuktikan kemampuan diri di hadapan masyarakat dunia. Dan Lalu berhasil melakukannya.

Sejak awal, Zohri memang tidak masuk unggulan di nomor final 100 meter. Biasanya, dalam sebuah lintas atletik, para pelari tercepat di babak kualifikasi akan ditempatkan di lintasan tengah (4 dan 5). Namun yang mengejutkan, sejak start hingga finis  Zohri justru melesat dari lintasan paling pinggir (8).

Baca Juga: Selama Belasan Tahun Wanita Cantik Ini Fitnes Tiap Hari, Bentuk Tubuhnya Jadi Serem

Berhasil membuat dunia terperanjat atas prestasi fenomenalnya, Zohri sendiri merupakan anak kampung dari Dusun Karang pangsor, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Dan hingga sekarang, diungkapkan Fazilah kakak Zohri, ia masih tinggal di rumah tersebut.

Rumah yang berdiri di Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara tersebut, menurut pengakuan Fazilah, selalu menjadi tempat bernaung Zohri setiap kali ia kembali ke kampung halaman.

“Iya, sampai sekarang kondisi rumah masih sama. Kami sudah pernah mengajukan bantuan ke Kepala Desa dulu. Tapi, nama kami tidak pernah keluar,” tutur Fazilah mengungkapkan kondisi rumah peninggalan kedua orangtuanya itu.

Tinggal di rumah yang kondisinya cukup memprihatinkan, putra pasangan almarhum Lalu Ahmad Yani dan almarhumah Saeriah tersebut memiliki cita-cita mulia, yakni memperbaiki rumahnya jika nanti berhasil meraih kesuksesan.

“Belum. Dia akan memperbaiki rumah orangtua setelah benar-benar sukses,” ujar Fazilah yang kemudian menggambarkan atlet berusia 18 tahun tersebut sebagai sosok pendiam. “Kami tidak pernah mengetahui masalah pribadi Lalu. Dia tidak ingin menyusahkan kakak-kakaknya atau keluarga yang lain.”

Setelah sukses mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional, Pemerintah Kabupaten Lombok Utara telah menyiapkan hadiah istimewa yang menanti hingga sepulangnya Zohri dari Finlandia. Ganjaran atas prestasi Lalu berupa satu unit rumah.

“Kebijakan Pemkab Lombok Utara kepada Zohri yang mendapat medali emas kejuaraan dunia akan dihadiahkan satu unit rumah representative di Lombok Utara,” ungkap Bupati Lombok Utara Najmul Ahyar, pada Kamis (12/7).

Tak hanya itu, Najmul menambahkan, Pemkab Lombok berencana akan menggelar penyambutan khusus untuk Sang Juara Dunia. Ia mengungkapkan jika nantinya masyarakat, para pelajar, dan organisasi kemasyarakatan akan diajak turut serta.

“Kepastian kedatangan Zohri di Lombok Utara masih tentative, tetapi prinsipnya kita senang dan terharu dengan pencapaian prestasi warga Lombok Utara yang bisa mengharumkan Indonesia di pentas dunia,” pungkas Najmul bangga.

Peringatan PB PASI

Dan terkait keberhasilan yang dicapai Zohri, Sekjen PB PASI Tigor Tanjung meminta untuk tak membesar-besarkan hal tersebut. Pasalnya, menurut Tigor, hal itu dapat membebani Zohri untuk meraih hasil tinggi pada Asian Games 2018 nanti.

“Dia masih muda, masih panjang masa depannya. Dia juga masih bisa cedera, kita sabar saja. Jangan bebani dia dengan target yang terlalu tinggi di Asian Games nanti. Di Asian Games nanti kita minta dia fokus di 4X100 meter putra. Untuk nomor 100 meter biar. Sejalan saja,” jelas Tigor.

Tigor menambahkan, penampilan Zohri semakin baik. Ia dapat memahami apa yang diinstruksikan pelatih di Kejuaraan Dunia U-20. Catatan waktunya yang terus meningkat sejak penyisihan 10,30 detik, lalu babak semifinal jadi 10,24 detik, dan di babak final tembus 10,18 detik, menjadi bukti nyata.

“Sejak kehadiran konsultan dari Amerika, teknisnya terus meningkat,” ungkap Tigor.

Lebih lanjut, ia mengakui bahwa prestasi Zohri tergolong fenomenal. Meski sejak Zohri berhasil menjadi juara Asia di Jepang bulan lalu, PASI sebenarnya sudah melihat potensi besar yang tersembunyi di dalam diri pemuda tersebut.

Menurut catatan sejarah, Indonesia pernah merebut medali emas di ajang Asian Games, tepatnya pada 1962 di Jakarta. Ketika itu, M Sarengat, sang legenda lari cepat Tanah Air menyumbang dua medali emas dari cabang lari 100 meter dan lari gawang 110 meter.

Kembali menjadi tuan tumah di Asian Games 2018, PB PASI menekankan Indonesia bisa menorehkan tinta emas seperti tahun 1962 silam. Namun dibandingkan dengan pelari China dan Watar yang sanggup menempuh 100 meter di bawah 10 detik, Zohri masih harus berjuang mengasah kemampuannya.

“Kita yang ada di sekelilingnya harus membantu. Jangan dibebani target. Lalu Zohri bisa saja di bawah 10 detik, tetapi butuh waktu,” pungkas Tigor.