Pemerintah Jokowi Kembali Tambah Utang

sri-mulyani

SURATKABAR.ID – Semakin hari, utang pemerintah Indonesia sepertinya bukan berkurang, tapi malah makin bertambah. Bahkan, pemerintah berencana kembali tambah utang untuk menutup defisit anggaran.

Seperti dilansir okezone.com, utang pemerintah pada bulan Oktober 2016 lalu telah mencapai angka Rp 3.444 triliun. Jika dibandingkan akhir tahun 2015 silam, jumlah ini meningkat sebesar 8,9 persen.

Angka ini kembali meningkat pada bulan November 2016 silam menjadi Rp 3.485,36 triliun. Sayangnya, kenaikan jumlah utang ini juga dibarengi dengan kemampuan Indonesia yang makin berkurang untuk membayar utang luar negeri.

Awal tahun ini, pemerintah akan kembali menambah utang Indonesia dengan tujuan menutup defisit anggaran tahun 2016 senilai Rp 330,3 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, tahun ini pemerintah akan meneritkan surat berharga negara netto sebesar Rp 407,3 triliun. Angka ini setara dengan 111,6 persen dari total anggaran pendapatan dan belanja negara perubahan 2016. Sedangkan penerbitan SBN gross sebesar Rp 651,8 triliun.

“Kami secara konsisten akan tetap menjaga utang yang rendah,” tutur Sri Mulyani di kantornya, Jakarta, Selasa (3/1/2017), dikutip dari viva.co.id.

Kementerian Keuangan juga menyatakan rasio utang Indonesia terhadap produk domestik bruto saat ini sekitar 28 persen.

Sedangkan realisasi pembiayaan defisit anggaran mencapai Rp 320,3 triliun yang setara dengan 111,3 persen dari target yang dipatok sebesar Rp 296,7 triliun. Sementara itu, pembiayaan dalam negeri realisasinya sebesar Rp 344,9 triliun atau 115,3 persen dari target Rp 299,3 triliun.

“Smeentara pembiayaan luar negeri, minus Rp 14,6 triliun. Sehingga ada sisa lebih anggaran Rp 22,7 triliun,” jelasnya.

Menurut Direktur CORE Indonesia Muhammad Faisal, kemampuan Indonesia untuk membayar utang luar negeri semakin lama semakin berkurang. Bahkan, CORE mencatat tingkat Debt Service Ratio (DSR) Indonesia pada kuartal II-2016 telah mencapai 66 persen. Angka tersebut telah jauh melampaui batas kewajaran DSR yang ditetapkan IMF, yakni 30 hingga 33 persen.

Komentar

komentar


Terbaru

Viral Foto Anggota Pramuka Makan Beralaskan Tanah, Netizen Geram Bukan Main

SURATKABAR.ID – Belakangan ini netizen dibuat geram oleh sebuah foto yang beredar di media sosial pada Sabtu (25/3/2017) yang berkaitan dengan kegiataan kepramukaan. Bagaimana tidak...

Polri Tegaskan Jika Berita Penjualan Organ Anak Adalah Hoax

SURATKABAR.ID - Divisi Humas Polri menyatakan jika berita yang belakangan menyebar secara viral tentang penjualan organ tubuh anak adalah informasi bohong alias hoax. Pihak...

Azril: Hati-Hati Bercanda, Jangan Sampai Anda Semua Jadi Tersangka

SURATKABAR.ID - Direktur PT Tripat, Lalu Azril Sopandi melayangkan gugatan praperadilan atas dugaan pelanggaran Undang-undang ITE. Proses praperadilan melawan Polda NTB dilangsungkan di Pengadilan...

Bikin Gagasan Berlari Ke Kantor, Sandiaga Uno Malah Panen Komentar Begini Dari Netizen

SURATKABAR.ID - Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno berencana membuat gerakan berlari ke kantor. Ia mengatakan akan memfasilitasi rencana tersebut. "Harus buat gerakan berlari,...

Pria Ini Sudah Beberapa Kali ‘Begituan’, Tapi Tak Tahu Jika Pacarnya Waria

SURATKABAR.ID - Sebuah pengakuan mengejutkan diungkapkan oleh Rizki Budiansyah, warga BTN Pinang Merah, Desa Pasir Panjang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Pria...

Djarot Berpeci, PDIP: Dia kan Haji, Anies Belum

SURATKABAR.ID - Pilkada DKI Jakarta putaran dua tak lama lagi akan digelar. Sedikit bocoran, Djarot Saiful Hidayat nantinya akan mengenakan kemeja kotak-kotak dan berpeci dalam...

Tak Ada Bukti Makar, Sri Bintang Pamungkas Bakal Gugat Kapolri

SURATKABAR.ID - Kasus dugaan makar sempat merebak di akhir tahun 2016 lalu. Namun, tiba-tiba saja Sri Bintang Pamungkas yang kala itu menjadi tersangka utama...