Dulu Populer dan Kaya Raya, Kehidupan Ronaldinho Kini Bikin Ngelus Dada


SURATKABAR.ID – Ronaldinho Gaucho resmi meninggalkan dunia sepakbola pada 16 Januari 2018 lalu. Menurut saudaranya, Assis Gaucho, keinginan tersebut muncul karena Ronaldinho tak ingin menjadi pesepakbola profesional lagi.

Namun, belum setahun meninggalkan dunia yang membesarkan namanya tersebut Ronaldinho dikabarkan terjerat utang dan mengalami kebangkrutan.

Bahkan, legendan tim nasional Brasil ini disebut-sebut hanya punya uang kurang dari 6 euro atau sekitar Rp 101 ribu di rekeningnya.

Dilaporkan tribunnews.com, Rabu (7/11/2018), kebangkrutan Ronaldinho ini diduga karena ia dan sang kakak terjerat pembangunan ilegal di kawasan yang dilindungi. Bahkan, ia memiliki utang menggunung karena menghadapi konflik peradilan selama empat tahun.

Baca juga: Dikira Masih SD, Beauty Vlogger Hits Ini Ternyata. . .

Masalah utang ini diperparah oleh gaya hidup Ronaldinho yang dianggap tak sesuai kantong. Meski utangnya menggunung, Ronaldinho malah liburan ke China dan Jepang.

Jaksa yang menangani kasusnya, menyebutkan Ronaldinho harus menghadapi ancaman penyitaan paspor jika tak segera melunasi utangnya.

Sementara itu, beberapa waktu lalu Ronaldinho sempat mengunjungi sejumlah negara di Benua Eropa dan Afrika untuk menghadiri peluncuran sepatu Nike yang mengatasnamakan dirinya. Menurut Jaksa, kegiatan tersebut seharusnya bisa mendatangkan sejumlah uang bagi Ronaldinho untuk melunasi hutangnya.

Selama 20 tahun berkecimpung di dunia sepakbola, Ronaldinho diketahui telah menorehkan beragam prestasi. Salah satunya adalah kemampuannya yang berhasil membawa Timnas Brasil menjadi Juara Piala Dunia pada 2002 setelah mengalahkan Jerman di partai Final.

Sejak itulah, karirnya di dunia sepakbola makin bersinar. Ia diboyong oleh Barcelona dan berhasil membawa klub tersebut menjuarai Liga Spanyol pada 2004.

Sayangnya, masa kejayaan Ronaldinho ini tak berlangsung lama. Karirnya makin meredup karena kebiasaan berpesta hingga larut malam. Performanya juga terus menurun dari musim ke musim, bahkan gagal membawa Brasil mempertahankan juara dunia pada Piala Dunia 2006.