Nah Lo! Imigrasi Temukan TKA Ilegal Asal China, Gajinya Sampai Puluhan Juta Per Bulan!


SURATKABAR.ID – Jajaran Kantor Imigrasi Kelas II Tembagapura, Timika Papua, berhasil menciduk dan mengamankan tenaga kerja asing (TKA) ilegal asal China di tambang emas milik rakyat yang terletak di Kabupaten Nabire, Papua.

Berdasarkan hasil interogasi dan investigasi terhadap TKA yang bersangkutan, seperti dilansir dari laman CNNIndonesia.com pada Senin (25/6/2019), terkuak temuan mencengangkan mengenai gaji bulanan yang mereka terima.

Kepala Kantor Imigrasi Tembagapura Jesaja Samuel Enock mengungkapkan bahwa menurut keterangan yang dikumpulkan dari para TKA, mereka rata0rata mengantongi gaji 7.000-8.000 Yuan China atau yang setara dengan Rp 14-15 juta.

Angka tersebut bahkan bisa lebih tinggi lagi, seperti pengakuan TKA yang menyatakan menerima gaji bulanan sebesar Rp 40 juta. Ia bekerja di tambang emas rakyat di Kampung Bifasik, Kampung Lagari, dan di sepanjang aliran Sungai Musaigo, Distrik Makime, Kabupaten Nabire.

Empat lokasi penambangan emas rakyat tersebut rupanya telah dieksploitasi oleh perusahaan bernama Pacific Maning Jaya yang berkedudukan di Nabire. Dan kini, sang pemilik perusahaan (BE) menjadi target utama pihak imigrasi Tembagapura, Timika.

Baca Juga: Tenaga kerja Asing di Indonesia Membludak, Kebanyakan Berasal dari China

Untuk selanjutnya, BE akan diajukan ke pengadilan guna mempertanggungjawabkan perbuatannya yang dituduh telah memperkerjakan puluhan tenaga asing tanpa menyertai dokumen resmi. Para tenaga kerja asing tersebut dinyatakan telah menyalahi izin tinggal.

“Dari 21 orang warga negara asing yang sudah kami periksa di Kantor Imigrasi Tembagapura, Timika, ada yang menggunakan bebas visa kunjungan wisata, ada yang menggunakan visa kunjungan. Rata-rata mereka beralamat di Jakarta. Ini sudah pelanggaran karena keberadaan mereka tidak sesuai dengan tempat tinggalnya,” tutur Samuel, dikuti CNNIndonesia dari Antara, Senin (25/6).

Lebih lanjut, Samuel mengungkapkan, selain membawa BE, pihaknya juga akan membawa para TKA ilegal tersebut ke kursi pesakitan. Mereka akan dijatuhi tuduhan telah melakukan tindak pidana keimigrasian dengan ancaman hukuman lima tahun penjara ditambah denda sebesar Rp 100 juta.

“Nanti semuanya akan menjalani proses pidana, tidak ada yang kami deportasi. Dari catatan paspor mereka, ada yang sudah berulang kali keluar masuk Indonesia. Ada yang pernah bekerja di Sulawesi, ada yang pernah bekerja di Maluku Utara. Kami melihat ada suatu kesengajaan dari pihak-pihak tertentu untuk mendatangkan orang asing ke tempat-tempat tersebut,” pungkas Samuel.