Kerap Bermalam di Rumah Janda, Alibi PNS Tulungagung Beristri Agar Tak Digerebek Warga Bikin Muntab


SURATKABAR.ID – Seorang pegawai negeri sipil (PNS) Puskesmas Tunggangri berinisial PJ (47) digegebek warga Desa Betak, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur pada Minggu (10/6), sekitar dini hari.

Bukan tanpa alasan warga setempat menggerebek pria yang bekerja di pusat kesehatan masyarakat itu. Pasalnya PJ kedapatan bermalam di kediaman FT (30). FT sendiri merupakan seorang janda dengan anak satu di desa tersebut.

Dilansir dari laman Tribunneww.com, warga Desa Pagersari, Kecamatan Kalidawir tersebut sebenarnya sudah kerap kali bertamu di rumah FT. Namun ketika diingatkan warga, PJ hanya menganggapnya sambil lalu.

Padahal, sesuai dengan peraturan yang berlaku di Desa Betak maupun Tulungagung, bagi setiap pria yang akan bertamu ke rumah seorang wanita, hanya diperbolehkan sampai pukul 21.00 WIB. Namun PJ tidak mengindahkan aturan warga.

Tak ayal, sikap PJ yang dinilai seenaknya itu pun menjadi omongan warga secara luas. Terlebih lagi rupanya pria berusia 47 tahun tersebut masih terikat pernikahan sah dengan istrinya. Ia bahkan sudah memiliki dua orang anak.

Baca Juga: Buka Jasa Usir Pelakor, Pemuda Ini Raup Rp 4 Miliar. Caranya Unik Banget!

“Padahal dia itu berstatus PNS, dan masih punya istri sah. Bahkan dari istrinya, dia sudah punya dua anak,” ungkap Catur, salah seorang warga ketika dimintai konfirmasi, seperti dikutip dari laman Tribunnews.com, Selasa (12/6/2018).

Warga yang mengetahui bahwa PJ bermalam di kediaman janda beranak satu tersebut langsung menggerebek rumah FT beramai-ramai. Meski begitu, warga tetap mengedepankan kesopanan dan memutuskan membawa keduanya ke rumah Ketua RW setempat.

Masalah perselingkuhan tersebut akhirnya diputuskan untuk diselesaikan dengan mendatangkan pihak keluarga dari PJ dan FT. “Jadi keluarga yang laki-laki dan keluarga perempuan didatangkan untuk menyaksikan proses penyelesaiannya,” ungkap Catur.

Dari pihak pria, didatangkan istri sahnya. Ketika dipertemukan dengan sang suami, istri sah PJ mengaku sangat terkejut. Pasalnya, tidak seperti pengakuan yang diberikan kepada warga bahwa ia telah menikah secara siri dengan FT, istri PJ mengaku tak tahu menahu tentang pernikahan siri suaminya.

“Baru semalam itu terbongkar, mereka hanya mengaku nikah siri. Ternyata hanya modus untuk selingkuh,” terang Sun, warga lain yang ikut menyaksikan penggerebekan pasangan m***m di luar ikatan pernikahan tersebut.

Sementara Riz, warga lainnya mengaku bahwa ia sudah cukup sering mendapati PJ keluar masuk rumah FT. Namun karena mengaku sudah menikah meski secara siri, ia pun memilih membiarkannya. “Tahu gitu sejak dilu digerebek dan didenda saja,” tukasnya.

Berdasarkan hukum adat yang berlaku di Tulungagung, bagi pria yang bertamu di kediaman seorang wanita hingga di atas pukul 21.00 WIB dapat ditindak dengan penggerebekan. Dan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, biasanya pihak pria diminta membayarkan denda.

Denda akibat pelanggaran peraturan tersebut biasanya berupa pasir dan semen ataupun barang-barang kebutuhan bangunan. Nantinya denda tersebut akan digunakan untuk keperluan pembangunan di desa mereka.

Kasubag Humas Polres Tulungagung Iptu Sumaji ketika ditemui untuk dimintai konfirmasi lebih lanjut mengaku sudah mendengar adanya kejadian tersebut. Namun dikarenakan tidak ada laporan yang masuk, diduga masalah sudah terselesaikan secara kekeluargaan.

Menurutnya, selama tidak ada satu pun pihak yang membuat laporan ke polisi, maka pihaknya tidak dapat melakukan tindakan apapun. “Kasus perselingkuhan adalah delik aduan. Selama tidak ada yang mengadu, maka tidak bisa diproses,” tutur Iptu Sumaji.