Ini Penjelasan Amien Rais Soal Pernyataannya Bahwa Tuhan Malu Tak Mengabulkan Doa

SURATKABAR.IDAmien Rais meluruskan pernyataannya soal ajakan doa untuk mengganti presiden. Dia menepis pihak yang menuduhnya telah mendahului takdir dan mendikte Tuhan.

Melalui akun Instagram amienraisofficial, dirinya menyebut pernyataan soal Tuhan malu jika tidak mengabulkan doa umat yang ingin ganti presiden berpegang pada Al Qur’an dan Hadis.

“Pegangan saya pada dua ayat Quran,” kata Amien, dikutip dari CNNIndonesia, Minggu (10/6/2018).

Pada ayat pertama, Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengutip Surat Adz-Drariyat ayat ke 50.

Dia pun menggarisbawahi ayat faghfiru ilallah yang menurut tafsirannya, “Larilah engkau semua menuju Allah tatkala menemukan masalah dan mencari solusi.”

Baca juga: Amien Rais Diperiksa Soal Partai Setan, PAN Jawab Begini

Dalam sejumlah tafsir, ayat tersebut memiliki arti begitu pentingnya kembali kepada Allah dalam mengejar pahala dengan menaatinya dan menjauhi siksa-Nya.

Amien juga mengutip surah Al-Ghafir ayat 60. Melalui surah tersebut Amien menafsirkan bahwa apapun permintaan kepada Tuhan, maka akan dikabulkan oleh Allah.

Ayat itu berbunyi: Waqaala rabbukumu ud’uunii astajib lakum inna alladziina yastakbiruuna ‘an ‘ibaadatii sayadkhuluuna jahannama daakhiriina.

Ayat tersebut memiliki arti: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Ku-perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari beribadah kepada-Ku (berdo’a kepada-Ku) akan masuk neraka“.

Amien juga mengutip satu hadits dari Nabi Muhammad SAW. Amien menyebutkan jika Allah akan malu jika tidak mengabulkan doa hambaNya yang bersungguh-sungguh.

Hadits itu memiliki arti: “Sesungguhnya Rabb-mu (Allah) Maha Pemalu lagi Maha Mulia, Dia malu terhadap hamba-Nya (yang berdoa dengan) mengangkat kedua tangannya kepada-Nya kemudian dia menolaknya dengan hampa.”

Amien menegaskan bahwa semua yang diucapkan sudah sesuai ketentuan dan ada dasarnya. Dia mengakui bahwa tidak ada manusia yang bisa mendahului takdir.

“Saya tidak sembarangan, saya jelas dan tidak ngawur. Kalau ada yang mau perpanjang atau bilang saya tidak tahu diri, monggo,” demikian Amien.

Amien Rais sebelumnya meminta masyarakat berdoa untuk meminta presiden baru yang tidak mengkriminalisasi ulama dan tidak menjual kekayaan bangsa ke negeri asing. Dia bahkan menyebut Allah akan malu jika tidak mengabulkan doa jutaan umat itu.

Permintaan itu disampaikan Amien dalam pidatonya di acara buka bersama kader PAN di kediaman Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan di wilayah Jakarta Selatan, Sabtu (9/6/2018).