4 Tokoh Ini Anut Ajaran Buddha, Ada yang Sampai Bakar Diri


    SURATKABAR.ID – Selasa (29/5/2018) kemarin, umat Buddha di seluruh dunia baru saja merayakan Hari Waisak. Biasanya, Waisak digelar di satu hari di bulan Mei ketika bulan purnama bersinar terang.

    Bagi umat Buddha, Waisak diperingati sebagai kelahiran pangeran Siddharta di Taman Lumbini, Nepal pada 623 Sebelum Masehi (SM).

    Selain itu, juga memperingati Penerangan Agung kepada tokoh tersebut di usia 35 tahun pada 588 SM, dan wafatnya tokoh berjuluk Buddha Gautama tersebut di usia 80 tahun pada 543 SM.

    Rangkaian peringatan ini kemudian dikenal sebagai Tri Suci Waisak dalam Konferensi Persaudaraan Buddha Sedunia di Sri Lanka pada 1950.

    Baca juga: Sadis! Kisah Mary Bell, Pembunuh Berantai Berdarah Dingin yang Gemparkan Inggris

    Selain pangeran Siddharta, yang mulai meninggalkan semua kehidupan duniawi dan menjadi seorang pertapa pada usia 29 tahun, ada 3 tokoh lainnya yang juga menganut ajaran Buddha. Dilansir okezone.com, Selasa (29/5/2018), 3 tokoh ini adalah:

    1. Thich Nhat Hanh

    Thich Nhat Hanh lahir di Vietnam pada 1926. Kemudian, ia masuk ke biara Tu Hieu saat usianya 16 tahun. Thich menempuh pendidikan di Buddhist Academy Vietnam dan ditahbisakan sebagai biksu pada 1949.

    Tak hanya sebagai biksu berpengaruh, Thich juga telah menulis lebih dari 100 buku dan 40 diantaranya berbahasa Inggris. Selain itu, pria yang pernah tingal di Biara Plum Village di selatan Prancis ini juga dikenal sebagai seorang guru, penyair, dan aktivis perdamaian.

    2. Thich Quang Duc

    Ditahbiskan sebagai biksu di usia 20 tahun pada 1917, Thich Quang Du telah memasuki biara ketika usianya masih tujuh tahun.

    Ia dikenal dengan aksinya yang ekstrim pada 11 Juni 1963. Kala itu, dia membakar diri di persimpangan jalan di Saigon, Vietnam. Aksi esktrim ini merupakan bentuk protes terhadap persekusi oleh pemerintah Vietnam Selatan pada umat Buddha.

    Aksi bakar diri inipun berhasil mengubah sejarah Vietnam. Ngo Dinh Diem yang kala itu memimpin Vietnam Selatan berhasil digulingkan oleh kaum nasionalis non-komunis.

    3. Matthieu Richard

    Richard tumbuh besar di Prancis dan lulus dengan gelar doktoral genetika molekuler dari Pasteur Institute pada 1972.

    Namun, pria kelahiran 15 Februari 1946 tersebut memilih untuk meninggalkan semua karienya di bidang ilmu pengetahuan dan mendalami ajaran Buddha di Tibet.

    Ia tinggal di Himalaya dan berguru pada Kangyur Rinpoche. Setelah sang guru meninggal dunia pada 1991, Richard berusaha melanjutkan visi gurunya itu.

    Tak hanya dikenal sebagai penulis buku dan ahli biologi, Richard juga jerap menjadi pembicara di Forum Kebahagiaan Dunia di Australia, Inggris, Amerika Serikat, dan Singapura.