Rp 13 Triliun Dana Haji Digelontorkan Pemerintah untuk Proyek PINA


    SURATKABAR.ID CEO Center for Private Investment (PINA) Ekoputro Adijayanto mengakui dapat investasi sebesar Rp 13 triliun. Dana tersebut didapatkan dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) untuk investasi proyek-proyek pembangunan di dalam negeri yang akan difasilitasi oleh PINA.

    “Alokasinya Rp 13 triliun untuk tahun ini, sesuai dengan PP Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Keuangan Haji kan,” ujar Eko saat ditemui di kantor Bappenas, Jakarta, Selasa (22/5/2018), dikutip dari republika.co.id.

    Eko mengatakan jika bulan lalu pihaknya telah menandatangani nota kesepahaman dengan BPKH. PINA diminta oleh BPKH untuk mencarikan proyek-proyek yang punya imbas baik, tetapi resikonya terjaga dengan baik pula.

    “Karena ini kan dana umat, jadi kita sangat menekankan risiko ini menjadi perhatian penting,” kata Eko.

    Baca Juga: Via Vallen Akhirnya Mengaku jika Dulu Melakukannya Tanpa Sepengetahuan Orang Tuanya

    Ia memaparkan jika Unit Tim Fasilitasi PINA bersama pengurus BPKH saat ini tengah melakukan kajian terhadap 23 proyek yang punya peluang menjadi tempat investasi dana umat tersebut, mulai dari sektor perkebunan hingga infrastruktur seperti jalan tol atau pelabuhan.

    “Instrumennya sendiri pasti dalam bentuk syariah yang dalam bentuk tidak direct investment, tapi near equity seperti RDPT Syariah, perpetual note syariah, dan lainnya,” ujar Eko.

    Sementara itu, Kepala Badan Pelaksana BPKH Anggito Abimanyu mengatakan, program investasi yang akan dilakukan instansinya terdiri atas dua jenis, yaitu investasi di Arab Saudi dan Indonesia. Hal itu dilakukan agar biaya yang diperlukan untuk penyelenggaraan ibadah haji menjadi lebih efisien.

    “Tahun 2019 kami akan melakukan investasi supaya biaya ibadah haji lebih efisien dan jamaah lebih nyaman, serta seluruh kontrak-kontrak pemondokan dilakukan lebih awal dan tidak lagi dilakukan hanya satu tahun saja,” ujar Anggito.