Hebat! Dua Bocah SD Ciptakan Alat Pendeteksi Tabung Gas yang Bocor

SURATKABAR.IDKejadian ledakan tabung gas elpiji menginspirasi dua siswa Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah 2 GKB, Gresik, Zevana Hamdan Zahuri dan Berliana Abidatillah Mumtazah.

Mereka berdua ini masih duduk di bangku kelas lima dan berhasil menciptakan sebuah alat bantu. Alat tersebut diberi nama BIAS atau Botol Informasi Ambang Suhu Ruangan.

Alat ini dianggap mampu mendeteksi panas berlebihan yang ada dalam sebuah ruangan sehingga dapat mencegah resiko terjadinya kebakaran.

“Alasan yang mengilhami kami berdua menciptakan BIAS ini, karena kami sempat melihat ada salah satu dari orang tua siswa di sekolah ini yang terkena ledakan tabung elpiji,” tutur Hamdan, sapaan Zevana Hamdan Zahuri Kisna, dikutip dari Kompas, Sabtu (5/5/2018).

Saat itu, Hamdan dan Berliana merasa prihatin melihat salah satu wali murid saat mengantar anaknya bersekolah dengan kondisi mengalami bekas luka bakar.

Baca juga: Ironis, 7 Penemu Ini Tewas dengan Tragis di Tangan Temuannya Sendiri

Ternyata, orang tua murid tersebut mengalami luka bakar itu akibat dari ledakan tabung elpiji 3 kilogram.

“Jadi kami kemudian menciptakan alat ini, dengan bahan-bahan yang mudah didapatkan dari lingkungan sekitar dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Saat praktek penggunaan BIAS, Hamdan dan Berliana menggunakan tiga botol kaca yang sudah berisi air yang lantas saling dihubungkan dengan selang. Botol air yang berada di tengah khusus diberikan warna merah dan tersambung dengan bel.

“Saat ada peningkatan panas di suatu ruangan, maka air yang ada di dalam botol akan memuai. Coba dibayangkan seperti orang masak air, semakin suhunya panas kan mendidih. Dengan air yang memuai itu, akan masuk pada botol warna merah yang sudah terdapat kabel positif dan negatif, dan kabel itu tersambung dengan bel,” kata Berliana.

Begitu bel dari BIAS berbunyi, maka dapat dijadikan pedoman bagi orang yang ada di sekitar ruangan, apabila terjadi kebocoran tabung gas.

Sehingga, mereka dapat lebih waspada, dengan harapan tidak sampai menjadi korban dari ledakan tabung gas elpiji.

Atas penemuan tersebut, BIAS juga sempat ditetapkan menjadi yang terbaik dalam lomba karya cipta dan penelitian ilmiah kategori IPA (Ilmu Pengetahuan Alam), yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik pada bulan April 2018 kemarin.