Media Israel Sebut Warga dan Turis Bisa Dapat Visa RI, Benar Atau Hoax?


SURATKABAR.ID – Pada Kamis (03/05/2018), Media Israel bernama Haaretz melaporkan, Indonesia akan menerima aplikasi turis visa dari Israel. Dengan izin tersebut, wisatawan Israel akan bisa masuk ke Indonesia dan menikmati keindahan panorama dalam negeri. Haaretz menambahkan, selama ini warga Israel hanya bisa memperoleh visa untuk urusan bisnis dengan biaya sekitar 800 dolar AS.

Dengan tak ada hubungan diplomatik di antara Indonesia-Israel, pengurusan visa bisa sangat lama. Sampai tahun 2015 saja, agen perjalanan hanya bisa mengantarkan beberapa kelompok turis Israel masuk ke Indonesia dengan upaya yang sangat sulit. Kendati Indonesia-Israel tak punya hubungan diplomatik, kedua pihak memiliki kamar dagang yang dapat membantu mempromosikan turisme Israel ke Asia Tenggara.

“Meskipun di antara kedua pihak tak ada dokumen yang ditandatangani, namun Israel memungkinkan untuk mengajukan aplikasi visa turis dimulai sejak Selasa, 1 Mei,” tulis Haaretz. Demikian sebagaimana dikutip dari reportase Republika.co.id, Jumat (04/05/2018).

Karena tak ada hubungan diplomatik, proses pengurusan visa masih sulit. Warga Israel hanya bisa mengajukan visa lewat Israel-Indonesia Agency yang dibentuk bulan lalu dan dikenakan biaya sebesar 134 dolar AS.  Dokumen ini hanya berlaku untuk 30 hari dan setiap per hari perpanjangan dikenakan biaya 35 dolar AS.

Apabila permintaan visa disetujui oleh otoritas Indonesia, warga Israel harus mengambilnya di Kedutaan Besar Indonesia di Singapura. Biaya pelayanan kedutaan sebesar 75 dolar Singapura.

Baca juga: Suriah Temukan Tomahawk Saat Serangan, Rudal AS Mendarat di Tempat yang Salah?

“Pembicaraan kini masih berlanjut agar warga Israel bisa mengambil visanya di Israel,” tulis Haaretz.

Ditjen Imigrasi: Itu Hoax

Mengutip laporan Viva.co.id, pemerintah Indonesia menegaskan bahwa pemberitaan mengenai kebijakan pemberian visa wisata untuk warga negara Israel adalah informasi palsu atau hoax. Indonesia ditekankan tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel sesuai dengan kebijakan luar negeri pemerintah Indonesia.

“Tidak ada visa turis untuk Israel. Pemerintah Indonesia tidak memiliki kebijakan pemberian visa wisata kepada warga negara Israel,” tegas Kepala Bagian Humas dan Umum Direktorat Jenderal Imigrasi dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), Agung Sampurno, melalui keterangan tertulis yang diterima oleh pers.

Agung menandaskan, pemberitaan mengenai visa wisata kepada warga Israel adalah informasi yang sangat menyesatkan. Sebab sebelumnya salah satu media Israel, Haaretz menuliskan bahwa pada tahun ini, warga Israel kini bisa berkunjung ke Indonesia memakai visa turis terhitung 1 Mei 2018.

“Pemberitaan yang menyatakan Indonesia memberikan visa wisata kepada Israel adalah hoax. Semoga masyarakat memahami dan tidak terpancing dengan pemberitaan yang menyesatkan tersebut,” tambahnya.

Sebelumnya, Haaretz memberitakan bahwa Indonesia kini memperbolehkan warga Israel berwisata dengan menggunakan visa turis. Namun karena tak ada hubungan diplomatik dua negara, pengurusan visa disebut bisa dilakukan via Kedubes RI di Singapura.