Terinspirasi dari Film, Pria Ini Duga Ada Operasi Intelijen dalam Kasus Intimidasi di CFD


SURATKABAR.ID – Sebuah video yang menunjukkan dugaan aksi intimidasi beredar di media sosial. Video tersebut mendapatkan beragam reaksi dari sejumlah pihak.

Dalam video terlihat sejumlah massa yang menggunakan kaos #2019GantiPresiden, melakukan tindak intimidasi terhadap seorang ibu dan anaknya.

Peristiwa yang terjadi saat car free day (CFD) di kawasan MH Thamrin, Jakarta tersebut menyebabkan pukulan telak terhadap Mustofa Nahrawardaya. Aktivis gerakan #2019GantiPresiden ini dikecam karena dianggap sebagai salah satu yang bertanggung jawab atas peristiwa viral itu.

Terkait peristiwa ini, Mustofa akhirnya berusaha memeriksa video tersebut dengan seksama. Ia melihat video tersebut dengan detail secara berulang kali.

Baca juga: Menanggapi Atribut #2019GantiPresiden di CFD, Polri: Car Free Day Ini untuk Olahraga

Menurutnya, ia terinspirasi dari film berjudul Deja Vu (2016) yang dibintangi aktor Denzel Washington. Film ini menceritakan tentang upaya seorang agen bernama Douglas Carlin yang diperankan Denzel untuk mencegah serangan terot di New Orleans, Amerika Serikat.

Dalam film, Doglas melakukan pencegahan dengan cara meneliti rekaman-rekaman video secara cermat. Penelitian ini dilakukan dengan mengamati tiap detik yang terekam dalam video.

“Nah, ini pun saya terapkan di sini. Video (intimidasi) yang dibikin oleh Jakartanicus itu saya putar ulang-ulang, tiap detik tiap detik,” ujar Mustofa saat dihubungi, Kamis (3/5/2018), dilansir cnnindonesia.com.

Mustofa mengaku, ia memeriksa video intimidasi di CFD dengan cermat. Ia berulangkali membolak balik alur tiap adegan untuk mengetahui secara detail kejadian yang terekam dalam video.

“Saya pakai aplikasi khusus di laptop,” terangnya.

Tak disangka, dari pemeriksaan yang dia lakukan, Mustofa mengaku menemukan sejumlah kejanggalan dalam video. Salah satunya adalah soal pemakaian gelang cokelat.

Menurut Mustofa ada sejumlah orang yang memakai gelang cokelat, baik di kubu #2019GantiPresiden maupun kubu #DiaSibukKerja. Gelang ini dipakai oleh orang yang mengintimidasi, korban, serta sejumlah orang lainnya.

Bahkan, menurut Mustofa ada sekelompok anak-anak dari kubu #DiaSibukKerja juga memakai gelang cokelat. Ia menduga, gelang tersebut merupakan kode khusus untuk sebuah operasi intelijen.

“Persoalan itu intelijen mana, persoalan lain. Kan, intelijen banyak ada yang asing ada yang di sini. Banyak, lah,” lanjutnya.

Saat ini, netizen di media sosial tengah diramaikan dengan temuan Mustofa tersebut. Namun, Mustofa mengaku enggan melaporkan kejanggalan ini ke polisi.

“Enggak. Saya tidak lapor karena saya hanya iseng-iseng aja. Buat apa dilaporin,” katanya.

Sementara itu, Susi Ferawari membantah gelang yang ia kenakan berkaitan dengan operasi intelijen. Menurutnya, gelang itu merupakan pemberian seorang pemilik toko di Madinah, Arab Saudi, saat ia melakukan ibadah umrah.

“(Dipakai) maksudnya untuk ingat Nabawi, ingat ibadah di Mekkah, ingat umrah. Saya umrah 21 Maret. Ada foto-fotonya,” katanya.

Ia pun merasa tindakan Mustofa yang menyoroti gelang aneh. “Aneh enggak, sih. Laki-laki mempermasalahkan saya pakai gelang. Mau gelang saya kotak-koyak, kek, segitiga, mau emas mau perak. Namanya gelang, kan, aksesoris. Apa sih maknanya,” lanjutnya.