Gelar Konferensi Pers, PA 212 Ungkap Isi Pertemuan Tertutup dengan Jokowi. Ada 7 Poin Penting


SURATKABAR.ID – Tim 11 Persaudaraan Alumni (PA) 212 menggelar konferensi pers untuk mengungkapkan apa saja isi dari pertemuan tertutupnya dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Bogor pada Minggu (22/4) lalu.

Konferensi pers yang digelar di Restoran Larazetta, Tebet, Jakarta Selatan pada Rabu (25/4), seperti dilansir dari laman Detik.com, Rabu (25/4/2018), dihadiri oleh Ketua Tim 11 Alumni 212 Misbahul Anam, Ketua PA 212 Slamet Maarif.

Turut menghadiri konferensi pers tersebut, Sekretaris Tim 11 Muhammad al-Khaththat, Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Yusuf Muhammad Martak, Abdul Rasyid AS, Muhammad Husni Thamrin, dan Muhammad Nur Sukma.

Misbahul Anam sebagai Ketua Tim 11 Alumni 212 menyampaikan ada 7 poin penting dalam konferensi pers. Ia mengungkapkan pada poin pertama bahwa pertemuan dengan Jokowi merupakan pertemuan tertutup dan sama sekali tidak untuk dipublikasikan.

Baca Juga: Pertemuan Rahasia dengan Jokowi Terbongkar, PA 212 Desak Istana Usut Tuntas

Berikut ini ketujuh poin yang disampaikan Misbahul Anam:

  1. Pertemuan tersebut adalah pertemuan yang bersifat tertutup dan tidak dipublikasikan, dan tidak ada wartawan Istana yang menyaksikan.
  2. Pertemuan tersebut bertujuan untuk menyampaikan informasi akurat terkait dengan kasus-kasus kriminalisasi para ulama dan aktivis 212.
  3. Pertemuan tersebut diharapkan agar Presiden mengambil kebijakan menghentikan kriminalisasi ulama dan aktivis 212 dan mengembalikan hak-hak para ulama dan aktivis 212 korban kriminalisasi sebagai warga negara.
  4. Para ulama dari Tim 11 yang hadir telah menyampaikan berbagai harapan dan penjelasan terkait masalah kriminalisasi ulama dan aktivis 212, secara lugas dan apa adanya, walaupun tetap dengan acara yang santun sebagai tugas amar makruf nahi mungkar kepada Presiden, bahkan termasuk dalam kategori yang disebut dalam hadis Nabi SAW: “Ketahuilah, jihad yang paling utama adalah mengatakan kata-kata yang benar yang di depan penguasa yang jair.” (Musnad Ahmad Juz 17/228)
  1. Menyesalkan bocornya foto dan berita tersebut yang ditengarai adanya pihak ketiga yang ingin mengadu domba antara Presiden dan ulama serta umat Islam.
  2. Meminta Istana mengusut tuntas bocornya foto dan berita tersebut sebagai kelalaian aparat Istana yang tidak menjaga rahasia Negara.
  3. Para ulama dan aktivis 212 yang bertemu dengan Presiden tetap istiqomah dalam perjuangan membela kebenaran dan keadilan, serta melaksanakan amar makruf nahi mungkar, dan tetap mendesak Presiden untuk segera menghentikan kebijakan kriminalisasi terhadap ulama dan aktivis 212.

Seperti yang diketahui sebelumnya, pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Persaudaraan Alumni 212 bocor lantaran sebuah foto yang merekam jalannya pertemuan tertutup tersebut beredar luas. Tampak dalam foto, Jokowi berdiri di salah satu ruangan masjid.

Pada foto yang tersebar luas tersebut, terlihat Jokowi mengenakan kemeja lengan panjang berwarna putih, dipadukan dengan celana panjang, dan peci yang sama-sama berwarna hitam. Pada dada kiri kemeja putih Jokowi tersemat rapi pin presiden.