PKS Anggap Jokowi Panik Hingga Lakukan Pertemuan dengan Alumni 212


SURATKABAR.ID Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera menganggap baik pertemuan antara Presiden Joko Widodo dengan Persaudaraan Alumni 212 di Bogor, Minggu (22/4/2018).

Namun dia juga mengingatkan Alumni 212 tetap waspada agar tidak dimanfaatkan untuk kepentingan Jokowi di kemudian hari.

“Bagus silaturahim. Tapi tetap waspada, jangan sampai dimanfaatkan,” sindir Mardani.

Seperti dilansir dari CNNIndonesia.com, Mardani menyebut pertemuan tersebut telah memunculkan persepsi bahwa Jokowi didukung ulama. Padahal, pertemuan di Bogor itu disebut tak membawa manfaat apapun bagi umat islam.

“Bahwa pertemuan itu tidak membawa manfaat bagi umat, tapi persepsi Pak Jokowi didukung ulama muncul. Pastikan kata kuncinya, umat dapat kebijakan dan program apa setelah pertemuan,” tutur Mardani, Rabu (25/4/2018).

Baca Juga: Alumni 212 Siap Dukung Jokowi di Pilpres 2019, Ini Syaratnya

Anak buah Sohibul Iman ini juga berharap, pertemuan dengan para ulama di Persaudaraan Alumni 212 ‎juga harus menghasilkan suatu program besar untuk umat Islam. Termasuk persoalan perbankan syariah.

Selain itu, Mardani juga mengamini jika pertemuan itu ditafsirkan sebagai bentuk kepanikan Jokowi karena elektabilitas yang masih belum naik di angka 60 persen. Sehingga, petahana merasa perlu untuk bertemu dengan para ulama yang ada di Persaudaraan Alumni 212.

“Bisa ditafsirkan demikian (bentuk kepanikan). Karena itu kalau umat tidak dapat kebijakan atau program yang jelas, pertemuan itu perlu dievaluasi,” ujarnya.

Diketahui, sebelumnya Presiden Jokowi mengatakan, pertemuannya dengan ulama dari Persaudaraan Alumni 212 di Bogor pada pekan lalu adalah hal yang biasa.

Sebelum pertemuan itu, Jokowi mengaku sering mengadakan pertemuan dengan ulama dari mana pun.

Jokowi berujar pertemuan-pertemuan itu semata-mata untuk menjalin silaturahmi antara pemerintah dan ulama.‎ Hal ini dinilai dapat menyelesaikan banyak masalah yang ada di tengah umat.