Polda Jatim Bongkar Komunitas Tukar Pasangan Suami Istri, Fakta di Baliknya Bikin Bergidik


SURATKABAR.ID – Unit III Asusila Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim berhasil membongkar keberadaan komunitas tukar pasangan suami istri ketika melakukan penggerebekan di salah satu hotel di Lawang, Kabupaten Malang pada Minggu (15/4) lalu.

Keberadaan komunitas tersebut, seperti diwartakan Tribunnews.com, terkuak ketika aparat kepolisian menggerebek acara pestaseks di salah satu hotel di Lawang. Dalam penggerebekan didapati tiga pasangan suami istri (pasutri) tengah mengadakan pesta seksdengan cara saling bertukar pasangan.

Para anggota komunitas yang terdiri dari pasutri dengan sengaja melakukan pertemuan dan pestaseks setelah sebelumnya terlebih dahulu mengatur waktu dan tempat. Lalu dalam pertemuan tersebut, mereka saling bertukar pasangan.

Adapun para pasutri yang diamankan, THD (53) warga Keputih, Sukolilo Surabaya, RL (49), SS (47), WH (51), DS (29), dan AG (30). Mereka kedapatan tak berbusana dan saling melakukan hubungan intim dengan suami atau istri orang lain dari komunitas tersebut.

Disampaikan oleh Kasubdit 3 Renakta Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Yudhistira Mudyahwan, “Ketika kami gerebek, keadaan di sama mereka sudah bertelanjangbulat, sudah bertukar pasangan, bahkan ada yang lari ke kamar mandi, lalu kami amankan mereka semua beserta barang buktinya.”

Baca Juga: Asyik Indehoi di Dalam Masjid, Pasangan Ini Tak Sadar Aksinya Terekam CCTV. Simak Videonya!

Skandal tersebut terungkap berkat informasi dari masyarakat sekitar mengenai dugaan adanya penyimpangan aktivitas sosial, yakni pesta seksbertukar pasangan. “Para pasutri ini diamankan atas aktivitasseks menyimpang.”

“Mereka membuat grup dan berkomunikasi di grup media sosial (medsos) WhatsApp dan Twitter, saling bertukar pasangan dan diamankan di hotel di Malang,” tutur Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera pada Senin (16/4).

Sudah Jadi Anggota Komunitas Sejak 2013

Polisi menetapkan THD sebagai tersangka atas kasus tersebut. Pasalnya, warga Keputih, Sukolilo Surabaya ini merupakan inisiator sekaligus pembentuk grup WhatsApp yang memiliki anggota komunitas pasutri dengan fantasi berhubungan intim dengan saling bertukar pasangan.

THD mengaku dirinya sudah menjadi anggota sejak tahun 2013 silam. Ia memberi nama grupnya Sparkling sebagai wadah komunitas berkomunikasi. “Sudah sejak 2013 lalu, memang ada komunitasnya. Selain lewat WA, juga ada Twitter khusus swinger,” ujar THD di Mapolda Jatim, Senin (16/4).

Meski menjadi anggota sejak 2013, namun THD mengaku baru tiga kali melakukan pertemuan untuk menggelar pestaseks tersebut. Dan setiap pertemuan diadakan di tempat berbeda. Selain di Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, anggota juga pernah bertemu di hotel di Tretes, Prigen Pasuruan.

Menurut pengakuan THD, anggota komunitas berasal dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Timur. Mulai dari Surabaya, Malang, Sidoarjo, Tuban, dan kota lainnya. Pertemuan baru akan dilakukan ketika kesepakatan terjalin. Dan tak semua anggota mengikuti pertemuan. “Saat ketemuan tidak semua anggota grup ikut,” jelas THD.