Tuding Sri Mulyani Salah Asuh Utang, Rizal Ramli: Wong Semuanya Defisit


SURATKABAR.ID – Mantan Menteri Keuangan dari era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Rizal Ramli menilai keputusan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati merugikan Indonesia. Pasalnya, tak dapat melakukan negosiasi bunga utang menjadi lebih rendah.

Kesalahan tersebut, seperti dilansir dari laman CNNIndonesia.com, Senin (26/3/2018), berdampak pada bunga utang yang diperoleh Pemerintah Indonesia sangat tinggi. Selain itu penerimaan pajak dari masyarakat terlalu banyak dihabiskan guna membayar bunga utang yang tinggi.

Rizal yang ditemui di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Senin (26/3) mencontohkan, kala Sri Mulyani menjadi bendahara negara era Presiden Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ketika itu, Sri Mulyani menyetujui penerbutan utang kepada asing dengan bunga sebesar 2 persen.

Angka tersebut jauh lebih tinggi dibanding dengan surat utang yang diterbitkan negara-negara tetangga, seperti Filipina, Thailand, dan Vietnam. Rizal menyebutkan peringkat surat utang dari tiga negara tersebut lebih rendah di bawah Indonesia.

“Jadi, dia terbitkan bond (surat utang) US$42 miliar, tapi hampir US$11 miliar ekstra bunga yang harus masyarakat bayar. Saya minta Sri Mulyani tukar bond dengan pembiayaan yang lebih murah, karena harusnya Indonesia di bawah Thailand, Vietnam, dan Filipina,” tutur Rizal, Senin (26/3).

Baca Juga:  Darmin Nasution Sindir Utang Negara, Faisal Basri: Terbukti Sekali Tidak Benar

Untuk itu, Rizal menantang Sri Mulyani menukarkan kembali surat utang luar negeri yang sebelumnya dikeluarkan Indonesia demi mendapatkan bunga yang lebih murah sehingga tak sampai membebani masyarakat.

Sebenarnya penerbitan utang berbunga renda sudah pernah dilakukan Agus D W Martowardojo saat menggantikan Sri Mulyani sebagai Bendahara Negara beberapa tahun silam. “Ini sudah dibuktikan saat Agus Marto jadi Menteri Keuangan. Bunga bond saat itu turun 1 persen dibandingkan 3 negara lain.”

Tak hanya itu, Rizal juga menuntut Sri Mulyani agar bertindak lebih kreatif dalam mencari sumber pendanaan guna merestrukturisasi utang pemerintah, di mana salah satunya adalah menegosiasi utang dengan negara-negara kreditur demi mengubah tenor utang jangka pendek ke jangka panjang.

Ia menyebutkan, saat ini sekitar 50 persen utang pemerintah merupakan utang jangka pendek. Dan hal itulah yang menyebabkan timbulnya tekanan pada sektor keuangan Tanah Air. “Bila berhasil, ini akan meningkatkan kestabilan keuangan dan juga dapat menurunkan tingkat bunga domestik,” imbunya.

Sri Mulyani diminta meniru langkah Rizal kala dirinya menjabat sebagai Menteri Keuangan pada 12 Juni-9 Agustus 2001. Ia menyebutkan saat itu pemerintah berhasil melunasi utang dari Kuwait. Dan atas pelunasan tersebut, Pemerintah Kuwait ‘menghadiahi’ pembangunan proyek infrastruktur.

Jika hal seperti itu bisa diupayakan, maka tak salah predikat Menteri Keuangan terbaik dikalungkan dunia kepada Sri Mulyani. Rizal menduga, predikat tersebut disematkan pada Sri Mulyani hanya lantaran pihak asing merasa diuntungkan dengan langkah bunga utang Sri Mulyani.

“Tentu, itu karena dia berikan bunga 2 persen (lebih tinggi), lebih mahal dari negara lain. Sedangkan Menteri Keuangan Singapura, China, Jepang, tidak dapat penghargaan karena ketika menerbitkan bond, mereka negosiasi semurah mungkin demi kepentingan bangsanya,” tukas Rizal lebih lanjut.

Negosiasi bunga utang menjadi hal yang penting dilakukan untuk kembali menyehatkan sektor keuangan Indonesia. Pasalnya, berdasarkan catatannya, Rizal melihat bahwa mayoritas indikator keuangan Indonesia saat ini mengalami defisit.

“Menteri Keuangan selama ini selalu berpidato prudent, prudent. Apanya yang prudent? Wong semuanya defisit. Apanya yang prudent? Ini prudent kalau semuanya positif,” pungkas Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman yang sekaligus ahli ekonomi tersebut.

Jika 2 Tokoh ini yang kembali jadi capres. Siapakah capres yang bakal Anda pilih di Pilpres 2019 mendatang?

Posted by SuratKabar.ID on Tuesday, 20 March 2018


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaSeekor Ular Piton Melakukan Serangkaian Operasi Setelah Menelan Sepatu
Berita berikutnya130 Diplomat Rusia Diusir dari Seluruh Dunia, Ini Alasannya