Astagfirullah, ISIS Berencana Untuk B***h Para Ulama Arab Saudi. Ini Daftarnya. Baca dan Sebarkan!


&NCS_modified=20150514163351&MaxW=960&imageVersion=default&AR-150509402

Sebuah berita menghebohkan datang dari kelompok yang menamakan dirinya Islamic State of Iraq and Sham (ISIS) atau sering disebut media Arab dengan nama Daisy/Daesh (Ad-Daulah Al-Islamiyyah fil Iraq wa Asy-Syam).

Baru-baru ini dikabarkan ISIS telah merilis daftar nama-nama ulama Arab Saudi yang harus dibunuh dan diperangi, yang di antaranya merupakan Mufti Besar Arab Saudi, Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah Alu Syaikh.

Pernyataan ini dituliskan dalam salah satu artikel yang dimuat majalah berbahasa Inggris milik ISIS, Dabiq pada tanggal 19 Januari 2016 lalu. Artikel itu berjudul “Perangilah Pemimpin-pemimpin Kafir.”

Penulis pada artikel tersebut menuduh bahwa sejumlah ulama dan muballigh Arab Saudi telah menjadi agen pemerintah.

Dalam artikel tersebut juga dimuat foto masing-masing ulama yang harus dibunuh, yaitu:

(1) Mufti Besar Arab Saudi, Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah Alu Syaikh,
(2) Imam Masjidil Haram, Syaikh Dr. Abdurrahman As-Sudais,
(3) Syaikh Dr. Aid bin Abdullah Al-Qarni,
(4) Syaikh Dr. Shalih bin Awad Al-Mughamisi,
(5) Syaikh Dr. Muhammad bin Abdurrahman Al-Arifi,
(6) Syaikh Dr. Saad Asy-Syatsri,
(7) Syaikh Dr. Abdullah bin Muhammad Al-Mutlaq,
(8) Syaikh Dr. Salman bin Fahd Al-Audah,
(9) Syaikh Adil Al-Kalbani,
(10) Syaikh Salman An-Nasywan,
(11) Syaikh Muhammad As-Saidi,
(12) Syaikh Said bin Musfir Al-Qahthani,
(13) Syaikh Awad Al-Qarni,
(14) Syaikh Abdullah Alu Syaikh, dan
(15) Syaikh Sulaiman Al-Majid,
(16) Syaikh Abdul Aziz Al-Fauzan,
(17) Syaikh Hatim Auni Asy-Syarif, mantan anggota Majelis Syura Arab Saudi.

Dalam artikel yang dimuat di majalah Dabiq tersebut juga dituliskan ucapan belangsungkawa atas tewasnya sejumlah anggota ISIS yang dieksekusi oleh kerajaan Arab Saudi awal tahun 2016 ini bersama terdakwa terorisme lainnya.

Secara eksplisit, nama-nama anggota ISIS yang dihukum mati juga disebutkan, yaitu Faris Al Syuwail Az-Zahrani, Hammad Al-Humaidi, dan Abdul Aziz Ath-Thuwaili’i.

Lanjut ke halaman selanjutnya >>