Salut! Demi Jaga Salat Tepat Waktu, Kapolda Sulsel Tegas Nyatakan Siap Dicopot


SURATKABAR.ID – Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Kapolda Sulsel) Inspektur Jenderal (Irjen) Polisi Umar Septono memang dikenal sebagai sosok yang inspiratif. Tak pernah melewatkan untuk menjalankan salat berjamaah tepat waktu, baru-baru ini ia mengeluarkan pernyataan mengejutkan.

Dilansir dari laman Republika.co.id, Irjen Pol Umar Septono mengaku berusaha untuk menjaga menjalankan salat lima waktu di awal waktu dengan berjamaah di masjid. Hal tersebut ia sampaikan ketika berdiri di depan para anggota kepolisian untuk memberikan ceramah.

Menurutnya, salat lima waktu jauh lebih penting dibandingkan dengan kegiatan apa pun. Bahkan jika ia mendapatkan perintah atau tugas dari atasannya, Irjen Pol Umar Septono tak jarang meninggalkannya untuk terlebih dahulu mengerjakan ibadah wajib.

“Pangkat semua saya korbankan. Demi salat di awal waktu, saya korbankan pangkat jabatan saya,” ujar Umar Septono tegas ketika memberikan pernyataan betapa penting salat sehingga tak ada satu pun di dunia yang bisa menggantikan salat, seperti dikutip dari Republika.co.id pada Rabu (7/3/2018).

Pria yang dilahirkan pada tanggal 13 September 1962 di Kabupaten Purbalingga tersebut menambahkan siap melepaskan jabatan dan pangkat demi tidak melewatkan salat tepat waktu di awal waktu. Ia juga menegaskan siap jika harus dimutasi karena kerap meninggalkan rapat untuk menjalankan salat.

“Kenapa Pak, saya dimutasi? ‘Karena kamu sering meninggalkan rapat. Jadi gimana kamu, tetap jadi kapolda dan kamu meninggalkan salat awal waktunya. Salatnya kapan-kapan aja.’ O, saya tinggalkan itu. Saya lepaskan pangkat jabatan saya,” kata Umar panjang lebar.

Di akhir ceramah, Umar tak lupa menekankan bahwa manusia tidak boleh tergoda dengan manisnya dunia jika ingin mendapatkan kehidupan yang indah di akhirat nanti. “Itulah yang disebut, kita pertaruhkan dunia untuk di akhirat nanti,” pungkasnya tak kalah tegas.

Tak hanya itu, Umar juga kerap mengajak seluruh anggota Polda Sulsel untuk turut merefleksikan sifat teladan Nabi Muhammad SAW. Ia meminta personel untuk tetap menjunjung tinggi kesopanan saat bekerja untuk masyarakat, mengingat Sulsel merupakan wilayah yang panas.

“Mengambil keteladanan pada diri Rasulullah. Tidak usah yang lain-lain, kita akan tenang. Katanya Sulsel ini wilayahnya keras, memanas, daerah merah, yah sudah kita berpegang sama yang dicontohkan Rasulullah, bekerja sopan sama masyarakat. Kan, Rasul sopan sama orang miskin, orang cacat, beliau sopan sekali,” tutur Umar, dikutip dari laman Sindonews.com, Jumat (1/12/2017).