Siapa Sebenarnya Pria Penjual Bakso yang Berbaju Necis Ini? Jangan Kaget!


SURATKABAR.IDInovasi dalam berjualan dapat menjadi pemantik kesuksesan. Teori tersebut diterapkan oleh seorang penjual bakso di Makassar, Sulawesi Selaatan (Sulses). Pria bernama Rinto Daeng Sitaba itu berjualan bakso mengenakan setelan jas lengkap layaknya seorang eksekutif muda (eksmud) zaman now.

Pria yang akrab disapa Mas Koboi, panggilan itu melekat pada dirinya karena dulunya dia sering memakai topi koboi saat berjualan bakso di pinggir jalan.

“Kalau tanya sama warga sini dimana rumah Mas Koboi pasti sudah tau. Nama asli saya Rinto, Rinto Daeng Sitaba, saya dipanggil Mas Koboi karena dulu sering pakai topi koboi,” jelas Rinto saat ditemui di kediamannya di Jalan Tanggul Patompo, Kecamatan Tamalate, Makassar, Senin (5/3/2018).

Rinto mengaku sengaja berpakaian rapi bak karyawan kantor saat jualan bakso di pinggir jalan karena ia memiliki banyak koleksi pakaian, dan saying jika koleksi itu hanya disimpan di dalam lemari.

“Ya saying saja kalau cuma dipajang. Lagian kalau pakaian biasa pergi menjual rasanya rezeki saya menurun. Siapa tahu saya bisa dapat jodoh kalau necis jualan,” kata Rinto sambil tertawa terbahak-bahak.

Pemuda berusia 30 tahun itu mengaku berjualan bakso sejak ia mulai beranjak dewasa, tepatnya 18 tahun yang lalu. Rinto kala itu mencoba mengadu nasib dengan merantau dari kampong halamannya di Cikowang, Kabupaten Takalar ke Makassar.

“Saya kira-kira sudah 20 tahun di Makassar. Jualan bakso baru sekitar 18 tahunan sih,” ucap Rinto.

Setiap harinya, pagi-pagi sekali, Rinto alias Mas Koboi sudah disibukkan untuk mempersiapkan dagangannya.

“Jam 08.00 (WITA) pagi itu sudah mulai siap-siap, masak daging dan persiapkan semua dagangan untuk dijual sore hari,” tegasnya.

Lalu pada pukul 17.00 WITA, dengan pakaian stylish-nyam ia mulai mendorong gerobaknya dari jalan Tanggul Patompo ke Jalan Dangko lalu kemudian mangkal di sekitar SMA Tamalate.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaPolri Terus Kejar Anggota MCA & Saracen yang Masih Buron
Berita berikutnyaBukti Kebebasan Demokrasi di Austria, Rakyat Bebas Kritik Politikus