Pemburu Harta Karun Bongkar Rahasia Hitler yang Mengerikan


SURATKABAR.IDBernd Thalmann merupakan seorang pria pensiunan asal Brandenberg, Jerman yang memiliki hobi mencari harta karun di kawasan tempat tinggalnya. Berbekal detektor metal, ia berjalan menyusuri tanah kosong dan berharap menemukan ada harta karun dari masa lampau. Namun, pada minggu lalu, detektor Bernd tak biasanya mengeluarkan suara. Suara itu berasal dari gumpalan logam mengkilap.

Pria berusia 64 tahun itu pun segera mengeceknya. Namun, logam itu tak mengandung magnet. Demikian seperti dikutip dari reportase Liputan6.com, Minggu (25/02/2018). Tentu saja hal ini aneh. Pasalnya, Bernd telah menjelajahi daerah sekitar Oranienburg di Brandenberg untuk beberapa lama. Dia memiliki beberapa pengalaman mengenai kemungkinan benda apa yang ditemukan.

Bernd memutuskan untuk membawa benda itu pulang dan membiarkannya terbengkalai beberapa hari, demikian seperti dilaporkan dalam News.com.au. Lalu, Bernd dan anak-anaknya memutuskan untuk kembali melakukan penggalian di lokasi yang sama. Mereka berharap menemukan logam lainnya.

Usai menggali, benda yang terkubur itu membuat mereka terpana sekaligus khawatir. Tak ingin berpolemik, Bernd segera memanggil pihak berwenang.

Sesampainya otoritas tiba di tempat penggalian, Bernd menjadi pusat perhatian. Ia dan keluarganya harus dievakuasi dan rumahnya dipasangi pagar pembatas.  

Pria-pria berseragam khusus lengkap dengan helm pelindung masuk ke rumahnya. Mereka dengan hati-hati mengambil barang-barang temuan Bernd ke dalam kontainer tertutup dan terlindung.

Alih-alih mendapat harta karun berupa emas, Bernd kini tengah diinvestigasi karena memiliki “barang-barang mengandung radioaktif tak berizin.”

Rupanya, logam yang Bernd temukan memiliki jejak radioaktif. Menurut laporan kepolisian, dikabarkan bahwa aparat telah mengetahui asal-muasal bagaimana logam itu tertanam di lokasi di mana Bern tak sengaja menemukannya.

Rupanya, selama Perang Dunia II, Oranienburg wilayah timur laut Jerman tersebut adalah sebuah lokasi fasilitas penelitian rahasia Hitler. Demikian dilansir dari reportase Independent.co.uk.

Lokasi itu merupakan tempat di mana Nazi memperkaya uranium oksida yang bersumber dari Amerika Selatan. Tujuannya adalah untuk menciptakan plutonium kelas senjata dan menjadi inti bom atom Nazi.

Fasilitas penelitian sudah lama hilang, tapi tampaknya masih meninggalkan jejak.

Sementara dalam laporan Suara.com, dikatakan otoritas Jerman meyakini, Bernd mendapatkan logam itu di kawasan fasilitas rahasia Nazi yang dulunya dioperasikan untuk mengayakan uranium oksida. Uranium oksida itu sendiri diyakini banyak sejarawan dan saintis diimpor Hitler dari Amerika Selatan untuk membuat senjata plutonium. Hal tersebut menguatkan rumor yang beredar selama ini, bahwa sang Fuhrer terobsesi untuk menciptakan bom atom pada era Perang Dunia II.

Jadi Target Bom Perang Dunia II

Sebelumnya, Amerika Serikat dan Inggris sangat waspada dengan ambisi bom atom Hitler. Kedua sekutu itu mati-matian menghancurkan impian mengerikan tersebut.

Penggerebekan berani oleh pembom tempur Inggris dan Norwegia menghancurkan pabrik penelitian nuklir di Norwegia dan Oranienburg, Jerman. Peristiwa bersejarah itu telah dijadikan subyek beberapa buku dan film.

Ada 16.000 bom dijatuhkan di fasilitas Oranienburg selama perang. Pusat penelitan itu pun benar-benar hancur.

Awal tahun ini, US National Archives merilis dokumen yang menguak betapa peneliti Nazi tinggal selangkah lagi menemukan bom atom.

Survei penelitian Nazi dalam File 696 APO menyimpulkan Hitler nyaris merangkai hulu ledak atom sederhana pada 1944. Dokumen itu melaporkan, pilot Jerman Hans Zinsser percaya bahwa ia melihat, “awan jamur dekat fasilitas penelitian di Ludwgslut terlihat tahun 1944.”

Buku lognya diajukan sebagai bukti kepada penyidik Sekutu. Di sana tertulis, “Pada awal Oktober 1944 saya terbang sejauh 12-15 km dari stasiun uji coba nuklir dekat Ludwigslust (South of Lübeck).”

“Awan berbentuk seperti jamur dengan bagian yang bergolak dan mengepul (sekitar 7000 meter) membumbung. Gangguan listrik yang kuat dan kemustahilan meneruskan komunikasi radio karena kilatan cahaya dan awan itu.”

Seorang pilot kedua dilaporkan mengamati hal yang sama satu jam kemudian. Seorang koresponden Italia yang melihat ledakan tersebut melaporkan pengamatannya kepada Mussolini.

Di Mana Sisa-sisa Kehancuran Fasilitas Itu?

Terlepas dari fakta bahwa Soviet dengan hati-hati menyisir lokasi itu diam-diam tanpa sepengetahuan Jerman pada 1945, kemungkinan besar ada lebih banyak materi radioaktif yang berada di antara puing-puing yang tersebar.

Namun, Bernd tak mau memberi tahu polisi di mana ia menemukan bagiannya. Dia ingin kembali ke sana untuk menemukan lebih banyak bukti tentang proyek pembuatan bom Nazi.

“Penemu itu menolak untuk memberikan informasi mengenai lokasi yang tepat,” seperti ditulis dalam pernyataan polisi.

Inilah yang membuat Bernd terpaksa ditahan pihak otoritas. Hal itu karena ia telah menemukan “benda radioaktif tak berizin”. Investigasi terkait tindakan kriminal pun mengarah kepadanya.