Gubernur DKI Tak Diajak ke Podium Piala Presiden, Panitia: Janganlah Mengadu Adu Pak Jokowi dan Anies


SURATKABAR.ID – Salah satu momen yang kemudian ramai dibicarakan warga dari laga final Piala Presiden, Sabtu (17/2/2018), adalah ketika Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak diajak mendampingi Presiden Joko Widodo naik ke podium untuk penyerahan trofi.

Seperti diwartakan detik.com, video yang merekam momen tersebut kemudian menjadi viral di media sosial Facebook dan Twitter. Salah satu yang mengunggahnya adalah akun Facebook bernama Ali Ghursaisah. Dalam unggahan itu ditulis sebagai berikut.

Kemarin pas Persija juara, gue sempet nanya ke bang Anies. “Bag Anies kok ga turun ke lapangan Bang? Ngucapin selamat ke pemain Persija dong pak.” Beliau hanya tersenyum gak jawab pertanyaan gue. Entah karena ga kedengeran, atau kenapa. Tpi beliau kaya menjawab dalam diam yg artinya “gue ga diundang ke podium..”

Terus pagi ini ada temen yg kirim postingan tentang kemenangan Persija semlam. Waduh langsung buru2 ngecek rekaman video di HP.

Ternyata….. gue ga sengaja ngerekam bang Anies ditahan sama paspampres waktu mau turun ke lapangan bareng rombongan Pakde Jokowi, Menteri Olahraga, dll. Terlihat wajah Bang Anies langsung berubah.

Keterangan gambar:

1 Video pas ditahan paspampres

2-4 kira2 5 menit setelah bete di tahan paspampres

5 Postingan yg bikin gue ngecek rekaman HP hehe

Atas video yang viral tersebut, Maruarar Sirait selaku Steering Committee Piala Presiden memberikan penjelasannya.

Maruarar menjelaskan dirinya sudah menemui Anies Baswedan pada Kamis (15/2/2018) sebelum partai final itu. Maruarar menyebut telah terjadi komunikasi yang baik Anies siap memberikan bantuan.

“Kenapa saya datang ke sana? Karena saya tahu Gubernur adalah tuan rumah, Gubernur DKI Jakarta. Saya bersilaturahmi ke sana dan kita juga disupport, supportnya awalnya soal toilet. Kita minta soal toilet. Terus kemudian soal TransJakarta dan soal keberihan,” kata Maruarar, Minggu (18/2/2018), dikutip dari detik.com.

“Sekaligus saya mengundang untuk beliau datang ke sana. Dan itu ada fotonya saya memberikan kaos Piala Presiden, walaupun dia datang ke sana dengan baju Persija, nggak apa-apa,” imbuhnya.

Sementara untuk persoalan siapa yang mesti mendampingi Jokowi ke podium untuk penyerahan piala, Maruarar menyebut ada batasannya.

“Nah yang tidak ke bawah itu, kan memang kita tidak mungkin semuanya turun ke bawah. Misalnya kita kepanitiaan saja kan banyak ya, kan nggak mungkin semuanya bisa (turun) menyerahkan itu. Nah panitia kan kebetulan hanya saya yang mendampingi Presiden Jokowi. Dari pejabat negara juga yang mendampingi Presiden Jokowi adalah Pak Wiranto dan Pak Menpora,” kata Maruarar.

Selain itu, Maruarar juga mengatakan bahwa suportivitas jokowi denga Anies sudah terlihat sejak Persija mencetak gol.

“Jadi saya pikir itu sportivitas. Dan pada saat gol itu, saya lihat sendiri Pak Jokowi salaman sama Anies, selamat ya. Kan kelihatan itu. Kita juga selamatin. Pak Jokowi juga tahu kok Pak Anies mensupport bantuan-bantuan tadi, walaupun bantua itu kita siap kalau ada konsekuensi biaya kita siap membayarnya,” katanya.

“Jadi menurut saya janganlah mengadu-adu Pak Jokowi dan Anies di isu olahraga. Jadi kita sportif saja, bersahabat, biar bagaimana Jokowi dan Anies itu punya hubungan yang panjang. Dari 2012 Pak Anies sudah mendukung Jokowi, 2014 Anies juga mendukung Pak Jokowi dan bersama-sama dengan saya. Kita beberapa kali bersama-sama,” kata Maruarar.

“Jadi jangan diadu-adu antara hubungan Presiden Jokowi dengan Anies, Aniesnya tenang-tenang saja kok, Jokowinya juga tenang-tenang saja. Jangan diadu-adu. Kita ingin hubungannya tenteram, rukun. Ini kan olahraga, dan saya yakin mereka berdua bisa bersinergi dengan dalam membangun bangsa dan negara. Sesuai dengan proporsinya masing-masing,” tandas politisi PDIP ini.