Tragis! Wanita Cantik Ini Tewas Ditembak Setelah Menolak Lamaran Seorang Pria


    Foto: Grid.ID

    SURATKABAR.ID – Lamaran pernikahan biasanya berujung bahagia. Apalagi jika bisa mempersatukan kedua pasangan agar dapat mengikat janji suci selamanya. Akan tetapi, tidak demikian halnya yang terjadi pada seorang wanita di Pakistan ini.

    Wanita bernama Aasma Rani, ialah seorang mahasiswi kedokteran Pakistan. Naas, dirinya harus mengakhiri hidup dengan cara yang amat tragis. Ia tewas dibunuh dengan cara ditembak dengan menggunakan pistol.

    Seperti dilansir dari Grid.ID, melansir dari Bastille Post pada hari Minggu (4/2/18) kejadian berawal pada sore hari tanggal 27 Januari 2018. Pada saat itu Rani bersama dengan saudaranya tengah berada di jalanan Kota Kohat, Mujahid, Pakistan.

    Tiba-tiba, begitu saja seseorang menembaknya dengan pistol sebanyak 3 kali. Lantaran ditembak, Rani pun langsung berada dalam keadaan kritis dan dirinya segera dilarikan menuju ke rumah sakit. Akan tetapi, esok harinya ia pun meninggal.

    Baca juga: Hotman Paris Buka-Bukaan, Katanya Banyak Artis Tak Sanggup Bayar Pengacara. Tebak Siapa?

    Ketika sakaratul maut menjemput, Rani dengan sisa-sisa tenaganya sempat membisikkan nama si pelaku yang telah menembak dirinya. Dengan suara lirih ia lantas menyebut nama Mujahidullah Afridi. Setelah mengucapkan nama itu ia pun menghembuskan napas terakhir.

    Kelurga pun lantas mengenali siapa orang tersebut. Ia tidak lain adalah seorang pria yang sebelumnya melamar Rani dan ditolak oleh Rani. Polisi langsung melakukan penyelidikan terkait kasus pembunuhan tersebut.

    Akan tetapi, masalah lantas menjadi pelik karena Mujahidullah Afridi rupanya berasal dari keluarga politik setempat, pamannya yakni merupakan presiden partai politik Tehreek-e-Insaf, Imran Khan Niazi.

    Dan memang benar saja, Mujahidullah Afridi kini telah berhasil kabur ke luar negeri usai melakukan pembunuhan tersebut. Polisi Pakistan sekarang masih melacak keberadaan si pelaku penembakan tersebut. Menurut laporan penyelidikan, ia dilaporkan lolos ke Arab Saudi.

    Berikut video ketika Rani menyebut nama si pelaku dengan lirih: