Penyidik KPK Rasakan Hal Ganjil Saat Geledah Vila Mewah Zumi Zola. Apa yang Terjadi?


SURATKABAR.ID – Gubernur Jambi Zumi Zola telah ditetapkan sebagai tersangka kasus suap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Selain Zumi, Pelaksana Tugas Kadis Perkerjaan Umum Provinsi Jambi, Arfan juga ditetapkan sebagai tersangka karena menerima gratifikasi dari perkara kasus suap pengesahan RAPBD Jambi 2018.

Untuk mengumpulkan bukti, penyidik KPK sempat melakukan penggeledahan di vila milik keluarga Zumi Zola yang berada di Komplek Bukit Banderan Muarasabak, Tanjung Jabung Timur.

Namun, penyidik mengaku merasakan hal ganjil ketika menggeledah vila yang berjarak 1 jam dari kota Jambi tersebut. Menurut seorang penyidik, ada hal-hal aneh ketika menggeledah. “Iya ada yang ganjil. Beda saja dari penggeledahan lainnya,” ujarnya, seperti dilansir tribunnews.com.

Baca juga: Wanita Misterius Teriak-teriak Soal Zumi Zola dan Jokowi di Depan Gedung KPK

Sayangnya, penyidik tersebut enggan menjelaskan lebih jauh hal ganjil apa yang dialaminya. Apalagi, penggeledahan juga berjalan cukup lancar.

Senada dengan penyidik, Juru Bicara KPK Febri Diansyah juga enggan menanggapi peristiwa tersebut lebih jauh. Menurutnya, penyidik KPK memiliki metode tersendiri untuk menyikapi keanehan-keanehan seperti itu.

Bagi KPK, yang terpenting adalah melakukan kerjanya sesuai standar prosedur yang berlaku. Sehingga, hal-hal seperti itu tak terlalu dipermasalahkan.

“Buat KPK, penggeledahan harus sesuai dengan prosedur agar tidak ada masalah di kemudian hari. Tim sangat profesional,” katanya.

Sementara itu, mengenai penggeledahan di vila tersebut, Febri menyebut penyidik KPK ditemani seorang penjaga vila. Di vila tersebut, tim penyidik berhasil menemukan sejumlah dokumen yang terkait dengan kasus yang menjerat Zumi.

Selain itu, penyidik juga menemukan sebuah brankas berukuran 2×1 meter di lantai bawah. Setelah dibuka, ternyata berisi uang dalam pecahan rupiah dan dollar Amerika Serikat. Namun, belum diketahui jumlahnya.

Uang tersebut diduga sebagai gratifikasi dari dua kasus berbeda. Yaitu kasus dari proyek di dinas PUPR dan gratifikasi dari proyek-proyek lainnya di Provinsi Jambi.

Baca juga: Paling Anyar! Jokowi Punya Tiga Penantang Kuat di Pilpres 2019, Siapa Saja?

Febri melanjutkan, pemberian gratifikasi terhadap Zumi telah dilakukan sejak 2016 silam. Totalnya diperkirakan mencapai Rp 6 miliar.

“Dugaan total gratifikasinya hingga Rp 6 miliar. Itu dari kasus yang berbeda. Bukan hanya dari proyek di dinas PUPR saja,” terang Febri.