Terkuak Rahasia Kenapa Ada Lagu yang Terus Terngiang di Kepala Kita


SURATKABAR.ID – Apakah Anda pernah mengalami hal ini? Tanpa sengaja mendengar sebuah lagu namun lagu tersebut seolah menempel dan terus saja terngiang-ngiang di telinga Anda seakan tak bisa hilang? Atau pernahkah Anda tiba-tiba teringat sebuah lagu yang sudah sangat lama namun ternyata Anda masih ingat benar keseluruhan liriknya dan itu terjadi begitu saja? Bagi Anda yang bertanya mengapa hal itu bisa terjadi, maka “cacing telinga” merupakan jawabannya. Apakah itu?

Melansir laman Sains.Kompas.com, Minggu (28/01/2018), para ilmuwan menamakan fenomena ini dengan istilah “cacing telinga” bukan tanpa sebab. Hal ini dikarenakan lagu-lagu itu terus melekat dan seolah ‘bermain’ di kepala Anda. Para ahli menyebut hal ini sebagai “citra musik yang tak disengaja”.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Psychology of Music menemukan bahwa lebih dari 90 persen orang mengalami hal ini setiap minggu. Kendati ada banyak variasi pada masing-masing orang terhadap lagu-lagu tertentu, namun biasanya fenomena ini akan bertahan sekitar 30 menit.

Tak hanya itu, biasanya, lagu yang menempel di kepala Anda akan ‘terdengar lengkap dengan liriknya’, bukan hanya permainan instrumennya saja.

Baca juga: Kenali Gangguan Hipoaktif dalam Kehidupan Bercinta, Atasi Segera!

Dari 90 persen orang yang mengaku mengalami “cacing telinga” ini, sebagaian besar mengaku itu adalah lagu yang menyenangkan. Tapi beberapa juga merasa lagu yang menempel itu adalah lagu yang menjengkelkan mereka.

“Beberapa orang terganggu dengan lagu-lagu itu sampai-sampai berpengaruh pada kehidupannya,” ungkap Elizabeth Hellmuth Margulis, profesor dan direktur di Music Cognition Lab, Arkansas University seperti dikutip dari Time, Rabu (24/01/2018).

Margulis melanjutkan, lagu-lagu yang mudah menempel di telinga ini mempunyai karakteristik yang dapat diprediksi. Dalam satu hal, mereka cenderung adalah cuplikan kecil dari lagu, bukan keseluruhan.

“Biasanya (yang menempel) hanya melodi,” tukas wanita yang telah mempelajari bagaimana lagu dapat menempel di kepala seseorang itu.

Hal ini mulai Margulis sadari saat membawa anaknya ke dokter.

“Di kantor dokter ada poster bergambar laki-laki yang menurut saya tampak seperti tokoh Gaston dalam film Beauty and The Beast,” kenang Margulis.

“Beberapa menit berlalu, dan saya sadar saya tidak bisa mengeluarkan lagu ‘Be Our Guest’ (salah satu lagu dalam film tersebut) dari kepala saya,” imbuhnya.

Padahal, Margulis meneruskan, dia tak memikirkan lagu itu selama bertahun-tahun. Dalam hal ini, dia mengenali pemicu “cacing telinga” yang dialaminya, yakni pria berpenampilan mirip Gaston.

“Tapi hubungannya tidak spesifik,” ujarnya.

Ciri Umum “Cacing Telinga”

Walaupun masih sangat misterius, lagu-lagu yang mudah menempel di kepala biasanya mempunyai ciri umum.

“Cenderung memiliki tempo lebih cepat, atau lebih optimis, dan memanfaatkan kontur melodi yang mudah diprediksi,” tukas Kelly Jakubowski, seorang peneliti musik di Durham University, Inggris.

Jakubowski juga menuturkan, seiring dengan melodi yang mudah diprediksi, lagu-lagu ini pun cenderung lebih sedikit memiliki perubahan tak terduga dalam nada atau tempo yang dapat diingat oleh otak.

Kendati para ahli mulai memahami karakteristik umum lagu-lagu semacam ini, mereka masih belum bisa menemukan mengapa lagu-lagu ini bertahan di kepala kita.

Dalam salah satu riset terkait lagu-lagu “cacing telinga”, Lassi Liikkanen dari Helsinki Institute for Information Technology Finlandia berteori bahwa cuplikan lagu itu secara tak sengaja masuk ke kepala kita sebagai perangkat mnemonik, alat bantu memori.

Asumsi tersebut didukung oleh penelitian yang menunjukkan bahwa musik dapat membantu meningkatkan daya ingat di antara orang-orang dengan multiple sclerosis, dan sejumlah besar bukti menunjukkan bahwa pikiran kita menggunakan asosiasi untuk menyimpan dan mengambil kenangan.

Sayangnya hal ini masih menjadi misteri besar. Tapi bagi Anda yang cukup terganggu dengan lagu-lagu di kepala Anda, para ahli punya cara mengatasinya.

“Menemukan tugas yang membutuhkan fokus mental dan menguras pikiran Anda pada hal itu biasanya mengalihkan perhatian dari musik internal,” tambah Liikkanen.
Upaya di atas pun diamini oleh Margulis.

“Orang cenderung mendapatkan ‘cacing telinga’ saat melakukan tugas yang tidak memerlukan perhatian penuh mereka-seperti mencuci piring,” imbuhnya.

Selain itu, Anda juga bisa menghilangkannya dengan mengunyah permen karet.

“Ketika sebuah lagu tertancap di kepala kita, hampir pasti kita akan ikut bernyanyi bersama dengan itu,” lanjut Margulis.

Baca juga: Orang Indonesia Wajib Tahu! Ini 10 Fakta Tentang Kawasan ‘Cincin Api’ yang Kini Makin Aktif

“Jika Anda membuat mulut Anda melakukan sesuatu yang lain, seperti mengunyah permen karet, makan makanan, atau berbicara dengan seorang teman, itu bisa menghilangkannya,” pungkasnya.