Jangan Tanya Jokowi Soal Ustad Abdul Somad, Bahaya


SURATKABAR.ID – Presiden Joko Widodo dinilai tidak perlu menanggapi dan mengambil sikap terkait dengan insiden ditolaknya Ustad Abdul Somad memasuki Hong Kong beberapa waktu lalu. Belakangan, ada dorongan dari sejumlah pihak supaya Jokowi memberi komentar bahkan memberi sikap atas deportasi tersebut.

Seperti diwartakan jpnn.com, hal itu disampaikan oleh Ketua Pusat Studi Politik dan Keamanan (PSPK) Universitas Padjajaran (Unpad), Muradi. Ia menyebut apa yang terjadi pada Somad murni kewenangan otoritas Hong Kong.

“Lah urgensnya apa, dia (Somad) tidak dalam posisi menjalankan tugas negara dan itu (deportasi Somad) adalah bagian dari otoritas Hong Kong dan RRT,” ujar Muradi kepada JawaPos.com.

Baca Juga: Jelang Tahun Ribut Politik, Fahri Hamzah Sarankan Jokowi Lakukan Ini

Muradi kemudian mengatakan bahwa apa yang terjadi dengan Somad tidak bisa disamakan dengan apa yang terjadi kepada mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo, saat akan menghadiri pertemuan di Amerika Serikat beberapa waktu sebelumnya.

Deportasi yang diterima dai kondang ini terjadi ketika dirinya akan memberikan ceramah kepada para imigran di sana. Sementra apa yang terjadi pada Gatot itu terjadi ketika dirinya menjalankan tugas negara.

Saat itu Gatot dan delegasi sempat ditolak memasuki negeri Paman Sam dengan alasan yang tidak jelas. Padahal saat itu dirinya telah mengantongi visa dari Amerika Serikat.

“Kalau itu (sewaktu Gatot ditolak AS) pemeintah perlu merespons. Nah, kalau insiden Somad, saya kira proporsional saja,” kata Muradi.

Muradi lantas meminta supaya lawan politik Jokowi tidak perlu memanfaatkan insiden Ustad Abdul Somad ini sebagai momentum untuk menjatuhkan citra pemerintahan Jokowi. Apa yang terjadi pada Somad, tegas Muradi, adalah murni sudah menjadi hak dan kewenangan dari otoritas pemerintah Hong Kong, RRT.

Baca Juga: Pilpres Rusia 2018, Perempuan Muslim Berhijab Ini Bakal Tantang Vladimir Putin

“Kalau itu dimanfaatkan lawan politik Jokowi, salah sasaran dan salah kamar. Berarti juga mereka enggak paham aturan diplomatik keluar masuk orang di suatu negara,” tandas Muradi.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaDeddy Mizwar: Dosa Apa yang Saya Lakukan Pada PKS?
Berita berikutnyaRusia Latihan Militer di Indonesia, Australia Siaga