Nyentrik! Inilah 8 Tradisi Unik untuk Rayakan Tahun Baru  


SURATKABAR.ID – Hampir dapat dipastikan, momen pergantian tahun selalu ditunggu oleh semua orang. Entah itu untuk mensyukuri kedatangan tahun baru sebagai simbol dari datangnya kehidupan yang baru, hingga hanya sekadar berkumpul bersama orang-orang terdekat dan terkasih. Yang pasti, selalu ada perayaan yang meriah dipenuhi warna-warni kembang api menjelang detik-detik memasuki 1 Januari.

Meski begitu, ternyata tak semua negara selalu merayakan tahun baru dengan kemeriahan tersebut lho, guys. Berikut ini merupakan tradisi unik nan nyentrik di sejumlah negara dalam merayakan tahun baru, sebagaimana dilansir dari Insider via Liputan6.com, Minggu (31/12/2017).

1. Gunakan bola api pada festival 

Festival Hogmanay Fire merupakan acara yang terkenal di kalangan masyarakat Skotlandia untuk merayakan malam pergantian tahun. Sebelum menjelang tengah malam, biasanya mereka akan melakukan pawai.

Namun, acara utama mereka yakni memutar bola api yang  kemudian dilemparkan ke laut. Tentunya hal ini tak dilakukan oleh sembarang orang, karena hanya orang-orang profesional sajalah yang boleh melakukannya.

Baca juga: Begini Kronologi Ditemukannya Bayi Perempuan dalam Tas Hitam di Sunter

Tradisi ini ditujukan untuk menjernihkan air dari roh-roh jahat. Bola api yang digunakan sendiri merupakan simbol dari matahari.

2. Menanam pohon

Lain lubuk lain ikannya, lain padang lain belalang. Masyarakat Siberia percaya bahwa menanam merupakan simbol untuk memulai sesuatu yang baru. Biasanya mereka dengan berani menyelam ke dalam danau atau sungai beku hanya untuk menanam tumbuhan di dasarnya. Tentunya tantangan ini kerap dijadikan sebagai ajang festival untuk merayakan tahun baru.

3. Makan 12 anggur

Untuk menghilangkan hal-hal buruk dan kemalangan, masyarakat Spanyol punya kebiasaan yang nyentrik seputar persoalan itu. Mereka akan memenuhi mulut mereka dengan 12 anggur!

Hal ini dilakukan sedetik setelah pergantian tahun baru di tengah malam. Setiap anggur yang mereka makan dikabarkan merepresentasikan bentuk dari 12 bulan. Yang menarik adalah ini: jika seseorang tak bisa memakannya sekaligus, maka dirinya dianggap akan bernasib sial di tahun baru.

4. Lempar bunga putih ke laut

Masyarakat yang memeluk agama Afro-Brazillian percaya bahwa menggunakan pakaian putih dan melempar bunga putih ke laut dapat memberikan kemakmuran bagi mereka di tahun baru.

Mereka sengaja membuangnya ke laut sebagai persembahan pada dewi laut, Iemanja. Jadi dengan memberikan persembahan bunga dan lilin, hal itu merupakan kegiatan simbolis untuk menyanjung sang dewi tersebut.

5. Memecahkan piring

Banyak orang di Kolombia dan Ekuador membuat boneka orang-orangan atau boneka sawah semirip mungkin dengan orang yang kita benci atau orang yang telah meninggal di tahun lalu.

Biasanya mereka akan membakar boneka-boneka tersebut pada malam pergantian tahun. Tujuannya? Agar dapat meninggalkan hal-hal buruk yang telah terjadi pada tahun sebelumnya.

6. Membunyikan lonceng selama 108 kali

Tradisi membunyikan lonceng ini dinamakan dengan Joya no Kane. Setiap malam tahun baru di Jepang lonceng ini dibunyikan pada kuil-kuil Buddha di Jepang.

Tanda dari 108 kali lonceng dibunyikan merupakan representasi kepercayaan dari ajaran agama Buddha di Jepang tentang nafsu dan dosa di dunia.

7. Membuang furnitur rumah

Mungkin inilah tradisi yang paling aneh dan dikecam karena ketidaklazimannya. Di Afrika Selatan, biasanya orang-orang akan menyelenggarakan tahun baru mereka dengan membuang furnitur di rumah mereka. Hal ini dianggap dapat memberikan awal baru dengan membuang hal-hal lama yang membawa masalah.

8. Buah delima

Lain cerita di dataran Turki dan Armenia. Di sana, buah delima dianggap menjadi ikon penting untuk menandakan tahun baru. Masyarakat Turki biasanya membuka buah Delima sebagai simbol untuk mendapatkan kemakmuran dan kekayaan di tahun mendatang.

Sedangkan Armenia, mereka lebih sering melempar buah delima ke jalan untuk memberikan keberuntungan. Semakin banyak biji yang jatuh ke tanah, maka seseorang dianggap akan semakin sukses. Warna dari buah delima sendiri dianggap oleh mereka sebagai bentuk jantung manusia dan disimbolkan sebagai kehidupan, kesuburan, serta kesehatan.

Baca juga: Bukan Sepeda, Ini Kisah Yuna—Gadis Jepang yang Dapat Kaos dari Jokowi

Nah, kalau kamu sendiri bagaimana? Bagikan cerita tradisimu di kolom komentar.