Via Telepon, Jokowi Sampaikan 4 Pesan Penting Indonesia ke Presiden Palestina


    SURATKABAR.ID – Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang menyebutkan jika Yerusalem merupakan ibu kota Israel berbuntut panjang. Banyak negara di dunia yang memberikan protes keras atas keputusan kontroversional tersebut. Salah satu negara yang protes keras adalah Indonesia.

    Presiden Jokowi sampai saat ini juga masih berupaya keras agar Trump bisa mencabut kembali keputusananya itu lantaran bisa mengancam kestabilan perdamaian, terutama di Timur Tengah.

    Dan di sela-sela peninjauan pembangunan kembali jembatan penyebrangan orang di Dukuh Bonjing, Dusun Gelaran, Desa Bejiharjo, Kabupaten Gunung Kidul, Jogjakarta pada Sabtu (9/12/2017), orang nomor satu di Indonesia itu menyampaikan pesan Indonesia kepada Mahmoud Abass, Presiden Palestina via sambungan telepon.

    Baca juga: Selepas Bilang ICMI Dukung Jokowi 2 Periode, Jimly Minta Maaf

    “Kemarin saya sudah coba dua kali dan alhamdulilah kemarin saya sudah berbicara dengan Presiden Mahmoud Abbas dan saya sampaikan kembali posisi Indonesia mengenai pengakuan AS terhadap Yerusalem sebagai ibu kota,” kata Presiden Joko Widodo, dilansir dari Antaranews.com

    Mantan Wali Kota Solo itu menyebutkan

    • Pertama, ia sudah menyampaikan kepada Presiden Palestina jika Indonesia mengutuk keras keputusan Trump karena bertentangan dengan semua resolusi Dewan Keamanan PBB terkait Palestina.
    • Kedua, Indonesia juga sudah mengajak semua negara untuk bersatu dan memberikan dukungan penuh terhadap Palestina.
    • Ketiga, Indonesia juga mengajak negara lain untuk tidak mengindahkan apa yang dilakukan AS untuk memindahkan kedutaanya ke Yerusalem.
    • Dan yang terakhir, Indonesia selalu bersama dengan rakyat untuk berdiri berdampingan dengan Palestina.

    Baca juga: Geger Konten Khilafah dan Jihad Masuk Soal Ujian, Ini Tindakan Tegas Kemenag Jombang

    Berdasarkan keterangan dari Presiden, Mahmoud Abbas begitu menghargai apa yang disampaikan oleh Indonesia.

    “Beliau sangat menghargai apa yang dilakukan oleh negara kita, konsistensi sejak presiden pertama, Presiden Soekarno sampai sekarang,” ucap Presiden.

    Dan tekad keras Indonesia terhadap Palestina, kata presiden, juga bakal disampaikan dalam pertemuan OKI yang bakal dihelat di Turki pada 12-14 Desember 2017 mendatang.