KPK Blokir Rekening Setnov Sejak 2016, Pengacara Mengaku Tak Tahu Apa Alasannya


    SURATKABAR.ID – Fredrich Yunadi selaku pengacara dari Setya Novanto mengklaim dirinya tak tahu menahu apa penyebab Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memblokir rekening kliennya. KPK memblokir rekening Ketua DPR RI tersebut sejak 2016. Menurut Fredrich yang mengaku menyukai kemewahan tersebut, pihak KPK telah mengabaikan putusan praperadilan yang pernah membebaskan kliennya dari penetapan tersangka.

    “Mana saya tahu, silakan tanya penyidik dong,” jawab Fredrich saat dikonfirmasi pada Selasa (28/11/2017). Demikian seperti dikutip dari laporan Kompas.com, Selasa (28/11/2017).

    Sekeluarga Diblokir

    Fredrich menuturkan, tak hanya rekening bank milik Novanto saja yang diblokir. Rekening bank semua anggota keluarga Novanto juga diblokir KPK.

    “KPK tidak menganggap putusan praperadilan. Tidak ada yang dijalankan isi praperadilan,” imbuhnya kemudian.

    Baca juga: Jika Hotel dan Spa Alexis Buka Lagi, Anies: Kami Akan Serbu!

    Seperti diketahui, penetapan tersangka terhadap Setya Novanto pernah dibatalkan saat Ketua Umum Partai Golkar itu memenangi gugatan praperadilan melawan KPK. Hingga pada awal November 2017, KPK kembali menetapkan Novanto sebagai tersangka. Ketua Umum Partai Golkar tersebut kembali dijerat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan e-KTP.

    Punya Saham

    Dalam persidangan untuk kasus yang sama, muncul dugaan bahwa sejumlah anggota keluarga Novanto terlibat kasus korupsi e-KTP. Misalnya, dua anak Novanto, Reza Herwindo dan Dwina Michaela. Kemudian, Deisti Astriani yang merupakan istri Novanto, serta keponakan Novanto yang bernama Irvanto Hendra Pambudi.

    Pasalnya, terungkap dalam persidangan, bahwa anggota keluarga Novanto memiliki saham di perusahaan yang mengikuti lelang proyek e-KTP.

    Di samping itu, Irvanto Hendra Pambudi yang adalah keponakan Novanto diduga menerima uang yang berasal dari pengusaha pelaksana e-KTP.

    Sesuai Hukum Acara

    Sementara itu, saat dikonfirmasi secara terpisah, Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyatakan belum bisa menyampaikan penjelasan rinci mengenai pemblokiran rekening Setya Novanto.

    “Belum bisa dikonfirmasi soal itu karena terkait teknis penyidikan,” Febri berujar.

    Kendati demikian, Febri menyebutkan, pemblokiran atau penyitaan merupakan kewenangan penyidik KPK sesuai hukum acara.

    Dalam penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan e-KTP dengan tersangka Anang Sugiana Sudihardjo, KPK telah mencegah Deisti Astriani Tagor, istri Setya Novanto, bepergian ke luar negeri selama enam bulan. Pencegahan ini berlaku sejak 21 November 2017.

    Baca juga: Calo Tawarkan Undangan Kahiyang Ayu Rp 400 Ribu, Asintel Kodam Berang: “Bila Perlu Tangkap Dia!”

    Deisti juga merupakan mantan Komisaris PT Mondialindo Graha Perdana.

    Sedangkan kedua anak Setya Novanto, Dwina Michaella dan Rheza Herwindo, sudah dipanggil untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi untuk Anang Sugiana Sudihardjo. Meski begitu, mereka berdua masih belum juga dating untuk memenuhi panggilan KPK.