Dirut BPJS Kesehatan Bocorkan Soal 8 Penyakit Tidak Ditanggung BPJS, Ternyata Ini Faktanya


SURATKABAR.ID – Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Fachmi Idris menglarifikasi soal penghapusan 8 penyakit dari tanggungan BPJS yang beberapa waktu lalu santer diberitakan.

Menurutnya, berita penghapusan 8 penyakit dari daftar tanggungan BPJS itu adalah kabar bohong belaka atau hoaks dan bukan apa yang sebenarnya terjadi.

Dia pun mengatakan bahwa sampai sekarang ini ke-8 penyakit tersebut, yakni jantung, kanker, stroke, gagal ginjal, sirosis hati, thalasemia, hemofilia dan leukimia, masih ditanggung oleh pihak BPJS kesehatan.

Baca juga: Cole Prihatin Bobotoh Harus Tanggung Kebodohan di Persib

Bahkan, kata Fachmi, BPJS Kesehatan menanggungnya penuh sebesar 100 persen.

“Berita yang berkembang bahwa 8 penyakit tersebut tidak ditanggung BPJS adalah hoaks. Sampai sekarang BPJS Kesehatan masih menangungnya 100 persen,” kata Fachmi saat dalam pesan singkatnya dikutip dari Kompas.com, Minggu (26/11/2017).

Sedangkan, Kepala Humas BPJS Kesehatan Nopi Hidayat menyebutkan dalam rilisnya, di era Askes dahulu, subsidi diberikan pemerintah untuk penanganan penyakit katastropik.

Baca juga: Sandi Sebut Dewi Perssik Bisa Jadi Duta Tertib “Busway”! Begini Katanya

Akan tetapi, pemberian subsidi dana tersebut cuma diberikan pemerintah dengan periode 2004 sampai 2013.

Ketika Askes berubah jadi BPJS Kesehatan, kejelasan soal pemberian subsidi tentang penyakit katastropik masih belum ada.

Namun, meski belum ada kejelasan tentang subsidi untuk penyakit katastropik itu, bukan berarti BPJS Kesehatan sudah berhenti dalam menanggung penyakit itu.

Baca juga: Dijamin! Pulang ke Indonesia, Rizieq Shihab Tidak Akan Ditahan

Nopi menyampaikan kalau sampai sekarang, BPJS Kesehatan masih tetap menjamin ke-8 penyakit itu, dan berlakunya hal tersebut sesuai dengan ketentuan yang sudah ditetapkan oleh regulasi pemerintah.

Ada juga yang disampaikan oleh anggota Komisi IX DPR, Okky Asokawati. Dia menyampaikan perihal penghapusan penyakit tersebut.

Dia bilang, wacana penghapusan penyakit tersebut perlu untuk ditimbang kembali serta dimintanya BPJS Kesehatan supaya dalam mengelola uang bisa lebih transparan lagi.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaCole Prihatin Bobotoh Harus Tanggung Kebodohan di Persib
Berita berikutnyaDua Orang Tewas dalam Insiden Ledakan Septic Tank, Begini Kronologinya