Sindir Setnov Hanya Pura-Pura Sakit, Mahfud MD Bakal Dilaporkan ke Polisi


SURATKABAR.ID – Merasa tak terima dengan pernyataan yang dikeluarkan oleh Pakar Hukum Tata Negara Mahfud MD lantaran menyebut Setya Novanto hanya pura-pura sakit, Fredrich Yunadi selaku pengacara Ketua Umum Golkar tersebut menegaskan akan melakukan pembalasan.

Menilai pernyataan dari Mahfud merupakan fitnah yang tidak termaafkan dan dapat membawa kerugian terhadap kliennya, Fredrich langsung membombardir mantan Ketua Mahkamah Konstitusi tersebut dengan ancaman akan melaporkan Mahfud ke kepolisian, dilansir Tribunnews.com.

“Dia emang dokter, emang dia tahu, dia itu kan melemparkan isu yang merugikan klien saya. Apakah dia dokter, bukan kan, dia kan mantan hakim, kan. Dia kan dulu orang partai kan, politikus, pernah anggota DPR, terus haknya apa dia melemparkan isu mengatakan bahwa sakitnya pura-pura,” seloroh Fredrich, Kamis (23/11), dikutip dari laman Tribunnews.com, Jumat (24/11/2017).

Hal tersebut sebagai tanggapan atas pernyataan Mahfud yang menyebutkan bahwa Mahkamah Kehirmatan Dewan (MKD) dapat memutuskan adanya pelanggaran etika jika sakit Setya Novanto selama ini hanya pura-pura demi menghindari dari proses hukum yang sedang berjalan.

Baca Juga: Dituding Terima Aliran Dana Korupsi e-KTP, Anas Urbaningrum: Itu Fitnah yang Sangat Jorok

“Kalau dia dalam hal ini tidak bisa membuktikan berarti dia melakukan pencemaran nama baik kan, saya laporkan ke polisi,” tambah Fredrich dengan tegas.

Sementara itu, terkait desakan Mahfud yang terus mendesak MKD segera mencabut jabatan sebagai Ketua DPR dari kliennya tersebut, Fredrich justru balik mempertanyakan kapasitas mantan politikus satu ini untuk melakukannya. Pasalnya diberhentikannya Novanto sebagai Ketua DPR bukan urusan Mahfud.

“Jangan lah memberikan komentar di luar kemampuan dia, kapasitas dia itu kan kapasitas mantan pejabat. Jadi jangan memberikan komentar, jangan membuat gaduh, jangan memfitnah orang, itu saran saya. Itu berarti dia kan fitnah sekarang,” tukas pengacara Ketua Umum Partai Golkar tersebut.

“Enggak ada urusan sama dia (Mahfud), urusan apa sama dia. Surat itu ditujukan sama dia enggak kan, enggak ada hubungannya kan, instansi yang terima saja enggak ngoceh, kok dia ikut ngoceh enggak pada tempatnya,” tukas Fredrich jengah.

Baca Juga: Golkar Pertahankan Setnov, PDIP Sebut Itu Melawan Keinginan Publik

Mahfud sebelumnya mendorong MKD untuk segera mengambil jabatan Setya Novanto sebagai Ketua atau jabatan apapun sebagai anggota DPR. Bahkan ia meminta meskipun dengan adanya surat yang ditulis Novanto dari tahanan KPK, agar tidak mempengaruhi MKD.

“Sebagai surat itu sah ya. Tapi permintaan untuk tidak diganti itu bisa ditolak. DPR ini milik rakyat yang kemudian diwakili oleh organisasi politik. Bisa menolak. Perilaku Setya novanto melanggar etika luar biasa. Pura-pura sakit. Kalau kita nyatakan Novanto pura-pura sakit itu kita tidak salah, tidak melanggar hukum, karena nyatanya pemeriksaan dokter dia tidak sakit, berarti dia pura-pura sakit,” kata Mahfud.