Telak! Mahfud MD Sebut Pengacara Setya Novanto Tak Mengerti Hukum Internasional


    SURATKABAR.ID – Terkait dengan pernyataan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi, yang menyebut ingin melaporkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Pengadilan HAM Internasional, Mahfud MD menilai Fredrich tidak paham hukum internasional. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini menyampaikan hal itu di sela- sela Munas Kahmi ke 10 di Medan pada Sabtu (18/11/2017).

    “Saya kira Fredrich yang mengusulkan KPK ke pengadillan HAM internasional, tidak mengerti hukum internasional. Bukan pura-pura tidak tahu, tapi dia enggak ngerti,” kata Mahfud, dilansir dari laman tempo.co.

    Lebi lanjut Mahfud menjelaskan, pengadilan hukum internasional itu menangani kasus yang melibatkan negara dan negara, bukan individu. Misalnya, ucap Mahfud, seperti kasus Indonesia ketika bersegketa persoalan pulau yang terletak di perbatasan. Sementara untuk Mahkamah Internasional, Mahfud menjelaskan bahwa subjek korban haruslah berkenaan dengan pembantaian etnis, kejahatan kemanusiaan atau soal human traficking.

    “Jadi kalau kasus Setnov dilaporkan ke dunia internasional, ya diusir sama Pengadilan Internasional,” terang Mahfud sambil tersenyum.

    Sebelumnya, sebagaimana diketahui, pengacara Ketua DPR RI Setya Novanto, Fredrich, mengancam akan melaporkan KPK ke Pengadilan HAM Internasional. Hal itu berkenaan dengan sikap KPK yang dianggap melanggar HAM karena menahan Setnov dalam keadaan sakit.

    “Ini kan berarti pelanggaran HAM internasional,” ucap Fredrich, Jumat (17/11/2017). Hal ini disampaikannya setelah KPK menerbitkan surat perintah penahanan terhadap Setya Novanto.

    Baca Juga: Saat Akan Manggung, Artis-Artis Ini Punya Permintaan Super Ribet. Ada Yang Terang-Terangan Minta Ini!

    KPK sendiri memutuskan penahanan terhadap Setya Novanto selama 20 hari sejak 17 November 2017. Namun, lantaran Novanto masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, masa penahanan Novanto dibantarkan. Kemudian, karena tak terima, pihak Setya Novanto menolak meneken berita acara penahanan dan pembantaran tersebut.