Jokowi Tuding Lawan Politiknya Ciptakan Isu Daya Beli Menurun


SURATKABAR.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) berdalih jika informasi mengenai daya beli masyarakat yang menurun adalah sebuah isu yang dihembuskan oleh lawan politiknya.

Jokowi menuding jika tujuan dari digulirkan isu tersebut punya tujuan untuk menggerus elektabilitasnya di pemilu presiden 2019 mendatang.

Pernyataaan itu disampaikan oleh Presiden Jokowi ketika berpidato dalam acara peresmian penutupan Rapat Koordinasi Nasional Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Tahun 2017 di Hotel Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta, Selasa (3/10/2017).

Ia menyarankan agar memperhatikan siapa saja yang berkomentar mengenai daya beli tersebut.

“Isunya hanya daya beli turun. Saya liatin siapa yang ngomong, (orang) politik oh enggak apa-apa,” kata Jokowi tawa para anggota Kadin yang hadir, dikutip dari kompas.com.

Baca Juga: 40,6 Persen Publik Tidak Memilih Jokowi ataupun Prabowo di Pilpres 2019

Presiden mengaku akan menanggapi jika yang membicarakan hal tersebut adalah pengusaha murni.

“Kalau pengusaha murni saya ajak ngomong. Kalau orang politik kan memang tugasnya itu, membuat isu-isu untuk 2019. Sudah kita blakblakan saja,” tambah Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut lantas membeberkan sejumlah data yang membuktikan jika daya beli masyarakat sebenarnya tidak menuruh. Ia menjelaskan tentang peralihan masyarakat dalam bertransaksi, yakni sudah banyak yang berpindah dengan melakukan pembelian secara online.

“Kalau ada toko tutup ya karena ini. Salahnya enggak ikuti jaman,” kata Jokowi.

Salah satu hal yang menjadi bukti peningkatan penjualan online adalah adanya peningkatan sebesar 130 persen pada industri jasa kurir sampai september ini.

“Angka ini didapat dari mana? Ya kita cek. JNE cek, kantor pos cek. Saya kan juga orang lapangan,” kata Jokowi disambut tepuk tangan hadirin.

Ia juga menjelaskan jika data mengenai peningkatan tersebut tidak bisa juga dilihat dari situs belanja online besar. Jokowi mengatakan jika hal itu dikarenakan banyak masyatakat yang bertransaksi melalui media sosial seperti Instagram ataupun Facebook.

“Lacaknya dari mana? Ya Jasa kurir,” ujar Jokowi.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaPernah Jadi Artis Idola Bung Karno, Namun Kehidupan Titin Sumarni Berakhir Tragis
Berita berikutnyaPolri Mengaku Ada Warga yang Laporkan Ketua KPK Terkait Kasus Korupsi