Nenek Sugiarti Minta Sepeda Tanpa Jawab Kuis, Apa Presiden Jokowi Memberikannya?


    SURATKABAR.ID – Dalam acara pembagian sertifikat tanah di Kota Cimahi, Jokowi mengadakan kuis berhadiah sepeda untuk warga. Hal ini memang kerap dilakukan Jokowi. Namun dalam kesempatan ini, Nenek Sugiarti ingin mendapat sepeda tanpa perlu menjawab kuis terlebih dahulu. Apakah Presiden Joko Widodo memberikannya?

    Acara tersebut diselenggarakan di Lapangan Brigif 15/Kujang, Cimahi, Jawa Barat, Senin (11/9/2017). Ada tiga orang yang Jokowi persilakan maju untuk menyambut kuis berhadiah sepeda. Demikian sebagaimana dikutip dari reportase Detik.com, Senin (11/9/2017).

    Meski sepeda diberikan cuma-cuma, namun Jokowi terlebih dahulu meminta peserta lanjut usia tersebut untuk maju menyambut kuis.

    “Yang umurnya lebih dari 70 tahun, ada nggak? Yang belakang tengah itu, silakan maju,” tutur Jokowi dari panggung.

    Baca juga: Tak Disangka! Salah Satu Pemesan Jasa Saracen Ternyata Keluarga Polisi

    Ada nenek yang dituntun maju ke panggung. Rambutnya putih sebahu, dia mengenakan baju motif hitam-putih. Sedangkan kedua orang lainnya adalah pria. Yang satu terlihat sudah paruh baya dan lainnya masih cukup muda. Kepada mereka berdua, Jokowi memberikan kuis soal nama-nama pulau dan penyebutan lima sila dalam Pancasila. Seperti biasa, kuis berlangsung jenaka.

    Selanjutnya, tibalah giliran si nenek 70 tahun. Ia memperkenalkan diri, namanya Sugiarti, seorang pemegang sertifikat atas tanah 100 meter persegi.

    “Mau ditanya apa Bu Sugiarti?” tanya Jokowi.

    “Jangan ditanya-tanya,” jawab Sugiarti, terdengar lirih, melalui pengeras suara.

    “Jangan ditanya-tanya?” tanggap Jokowi, heran. Soalnya, semua orang yang naik ke panggung tentu berharap diberi kuis untuk mendapatkan sepeda.

    “Ya sudah kalau nggak mau ditanya-tanya. Nggak apa-apa. Silakan,” imbuh Jokowi.

    Sugiarti lantas bersalaman dengan Jokowi dan dipersilakan meninggalkan panggung. Dua ajudan Jokowi dengan sigap membantu Sugiarti turun dari panggung. Sudah sampai bibir panggung, tiba-tiba Sugiarti menoleh ke Jokowi. Sugiarti ternyata juga menginginkan sepeda. Dia menagih sepeda kepada Jokowi.

    “Sepeda? Lha tadi ditanya nggak mau,” ungkap Jokowi merespons. Dia berpikir Sugiarti yang tak mau ditanya-tanyai kuis itu memang tak menginginkan sepeda juga. Ternyata Sugiarti juga menginginkannya.

    “Ya sudah, diambil,” sebut Jokowi mempersilakan satu sepeda yang tersisa untuk Sugiarti. Nenek tersebut kemudian dibantu oleh dua aparat untuk memboyong sepeda tersebut.

    Dalam kesempatan tersebut, Presiden berpesan kepada penerima sertifikat untuk menjaga dan merawatnya jangan sampai hilang. Jokowi juga berpesan jika sertifikat dijadikan anggunan pinjaman, maka harus dihitung terlebih dulu serta digunakan untuk kemanfaatan ekonomi keluarga.

    Sementara itu, berdasarkan keterangan yang diberikan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil, diketahui penerima sertifikat ini terdiri atas 2.425 orang dari Kota Cimahi, 2.100 penerima dari Kabupaten Bandung, 1.500 penerima dari Kabupaten Bandung Barat, 600 penerima dari Kabupaten Sumedang dan 500 penerima dari Kota Bandung.

    Baca juga: Tegas! Dubes Ito Sumardi Peringatkan Demo Berlebih Hanya Akan Persulit Selesaikan Konflik Rohingya

    Sofyan menargetkan tahun depan 100% tanah di Kota Cimahi dan Kota Bandung akan bersertifikat. Menteri ATR juga mengungkapkan bahwa saat ini baru 32% wilayah Jawa Barat yang memiliki 19,850 juta bidang tanah bersertifikat. Demikian melansir laporan MediaIndonesia.com.