Cina Tuntut Indonesia Batalkan Penggantian Nama di Perairan Natuna, Kalau Tidak…


SURATKABAR.ID – Setelah Pengadilan Tetap Arbitrase di Den Haag pada 2016 membuat keputusan tentang sengketa Laut Cina Selatan antara Cina dan Filipina, Indonesia mengambil langkah dengan mengubah nama kawasan Natuna tersebut menjadi Laut Natuna Utara. Atas hal itu, Cina menuntut Indonesia untuk membatalkan penggantian nama kawasan perairan yang berada di barat daya Laut Cina Selatan itu.

Dilansir dari tempo.co, permintaan Cina tersebut disampaikan secara resmi melalui surat ke pemerintah Indonesia. Kementerian Luar Negeri Cina mengirim surat tersebut ke Kedutaan Indonesia di Beijing. Isinya sendiri berupa pernyataan menolak langkah Indonesia pada 14 Juli 2017 di mana saat itu tengah ditunjukkan peta resmi kepulauan Indonesia yang mengubah nama wilayah barat daya Laut Cina Selatan.

Dikutip juga dari Channel News Asia, di dalam surat itu tertanggal 25 Agustus 2017. Cina menyebut bahwa langkah Indonesia mengganti nama yang diakui internasional membuat sengketa menjadi rumit dan meluas serta berdampak pada perdamaian dan stabilitas.

“Hubungan Cina dan Indonesia berkebang dengan cara yang sehat dan stabil, dan sengketa Laut Cina Selatan membaik. Tindakan Indonesia secara sepihak mengganti nama jadi tidak kondusif untuk merawat situasi yang sangat baik ini,” ujar Kementerian Luar Negeri dalam pernyataannya.

Baca Juga: Pentolan Al Qaeda Yaman Serukan Jihad Lawan Myanmar

Selain itu, Beijing juga mengungkapkan bahwa Cina dan Indonesia memiliki klaim maritim yang tumpang-tindih di barat daya Laut Cina Selatan. Sementara mengubah nama kawasan itu, lanjutnya, tidak akan mengubah fakta.

Satu hal yang juga membuat Cina melayangkan protes adalah perairan Indonesia yang diberi nama laut Natuna Utara tumpang-tindih dengan deklarasi sepihak Cina tentang Sembilan garis putus-putus atau Nine-Dash Line. Padahal selama ini, Indonesia tidak terlibat sengketa klaim atas kawasan di Laut Cina Selatan.

Terkait dengan hal ini, beberapa waktu lalu, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti pernah menyatakan bahwa Indonesia tidak akan mengubah nama baru itu. Saat itu, Susi  menegaskan bahwa penggantian nama Laut Cina Selatan menjadi Laut natuna Utara merupakan bentuk kedaulatan Indonesia. Dengan pemberian nama itu, ucap Susi, pemerintah telah menganggap bahwa Natuna penting bagi Indonesia.

“Kita akan tetap mengguanakan nama itu. Itu adalah kebanggan dan kemenangan kita,” ujar Susi di sela-sela dirinya meninjau Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Natuna, Kepulauan Riau, Senin (7/8/2017).