Detik-detik Menjelang Ajal, Begini Tanda Seseorang Akan Meninggal Menurut Sains


SURATKABAR.ID – Pernahkah Anda menyaksikan kematian kerabat dan orang-orang terkasih Anda? Bagi Anda yang sudah beberapa kali menemani seseorang dijemput ajal, mungkin akan lebih mampu menguraikan beberapa gejalanya. Salah satunya, suhu tubuh menurun drastis, warna kulit memucat hingga mimpi dan firasat tertentu yang menyiratkan seseorang akan meninggal.

Secara sains, gejala-gejala ajal sudah dekat dari hasil pengamatan para ilmuwan, dokter, dan perawat pun telah dengan fasih diuraikan mereka. Barangkali karena seringnya mereka mengalami dan menyaksikan sendiri berbagai jiwa yang akhirnya tutup usia melalui mata kepala mereka. Beberapa sumber mengatakan prosesnya mirip dengan “common sense” manusia tetapi ada pula yang baru dan mampu mengubah pandangan kita.

Death Rattle

Melansir laporan Kompas.com, Senin (21/8/2017), Sara Manning Peskin, neurolog dari University of Pennsylvania, dalam artikelnya di New York Times pada 20 Juni 2017 mengungkap ada beberapa gejala kematian yang bisa terlihat jelas. Salah satunya disebut detik-detik jelang ajal atau death rattle.

Ketidakmampuan Menelan

Sebenarnya, gejala tersebut merupakan ketidakmampuan untuk menelan. Secara normal, lidah terangkat ke atas untuk menelan ludah dan makanan. Katup tenggorok tertutup untuk mencegah bahan apapun masuk saluran pernafasan. Pada orang yang ajalnya telah dekat, lidah gagal mendorong ludah ke belakang.

Baca juga: Serasa Ingin Tidur Terus Selama Akhir Pekan? Penelitian Ini Buktikan Manfaatnya Bagi Kesehatan

Kegagalan itu memicu munculnya suara yang mirip dengan orang sesak nafas. Suara itu—apalagi bila berlangsung lama—memunculkan anggapan bahwa orang mengalami kesulitan sebelum mati. Malah kadang dikaitkan dengan kutukan.

Faktanya, suara itu sebenarnya wajar dan orang yang mendekati ajalnya kerap tidak merasakan sakit. Untuk mengurangi suara tersebut, dokter biasanya memberikan obat pengurang saliva. Sehingga pada umumnya, suara yang mengkhawatirkan tersebut akan mereda setelah pemberian obat.

Kesulitan Bernafas

Gejala kematian kedua ialah kesulitan bernafas. Sulit bernafas memang menimbulkan rasa sakit pada orang yang mendekati ajal. Untuk menguranginya, dokter bisa meresepkan opioid seperti morfin. Mengapa orang kesulitan bernafas diberi morfin?

Pada orang yang akan meninggal, kesulitan bernafas terjadi karena ketidaksinkoran kehendak otak dan kemampuan paru-paru. Morfin bekerja untuk mengatasi ketidaksinkoran itu sehingga akhirnya bisa meredakan sesak nafas yang dialami.

Pergolakan Akhir Menjelang Kematian

Gejala ketiga yang dituliskan Peskin adalah pergolakan akhir menjelang kematian. Bentuknya? Orang yang hendak mati bisa tiba-tiba berteriak minta ke luar kamar ataupun menangis tersedu-sedu. Kerabat yang melihat hal ini mungkin terheran-heran dan tidak nyaman.

Penyebab fisik dari pergolakan akhir menjelang kematian bisa berupa retensi urin, nafas pendek, rasa sakit, ataupun metabolisme yang tidak normal. Dokter juga bisa mengurangi hal tersebut. Kendati begitu, ada penyebab non fisik yang bisa memicunya.

Baca juga: Ngeri! 5 Kasus Pembunuhan Ini Terpecahkan Berkat Petunjuk Arwah Korban

Sejumlah orang percaya, pergolakan menjelang kematian merupakan respon eksistensial dari orang yang mendekati kematian. Manusia menangis keras saat lahir, maka menangis keras sebelum meninggalkan kehidupan barangkali juga merupakan sesuatu yang wajar.