Ngeri! 5 Kasus Pembunuhan Ini Terpecahkan Berkat Petunjuk Arwah Korban


SURATKABAR.ID – Fenomena supranatural masih menyisakan banyak misteri yang tak terpecahkan. Bahkan Ilmu Psikologi pun berusaha memahami fenomena psi melalui cabang ilmu Parapsikologi. Lalu bagaimana jika fenomena gaib itu berhubungan dengan pengusutan kasus pembunuhan? Sebagai tindakan kriminal, menghabisi nyawa seseorang dengan semena-mena memang mengerikan. Apalagi jika pembunuhan tersebut dilakukan dengan brutal.

Beberapa catatan kepolisian mendokumentasikan kasus pembunuhan keji yang tergolong sulit dipecahkan. Aparat penegak hukum mengalami kebuntuan untuk mengusut kasus secara tuntas. Namun, aneh tapi nyata, rupanya terdapat beberapa kasus pembunuhan yang justru terpecahkan berkat petunjuk arwah korban. Aneh? Memang. Tapi ini nyata.

Seperti diketahui, sistem peradilan yang rumit dan kurangnya bukti membuat beberapa sidang kasus pembunuhan sulit diungkap. Pihak penegak hukum masih juga tak tahu pasti siapa dalang di balik kejadian meski pun polisi dan jajarannya terus menghubungkan pelaku dengan tempat kejadian. Memang terdengar menyeramkan, namun beberapa kasus tersebut mulai terungkap karena kemunculan arwah korban yang disinyalir memberi petunjuk akan penyebab kematiannya, seperti dilansir dari Listverse.com via Liputan6.com, Selasa (15/8/2017).

Lebih jelasnya, mari simak 5 kasus pembunuhan yang mampu dipecahkan berkat petunjuk arwah korban.

Baca juga: Kapok! Preman Ini Nangis Minta Dibebaskan Setelah Terciduk Memalak Pengunjung Alun-alun

1. Frederick Fisher

 

Di tahun 1826, seorang petani asal Australia Frederick Fisher lenyap tak terlihat batang hidungnya, tanpa meninggalkan kabar apapun. Kemudian, tetangganya yang bernama George Worrall yang dikenal sebagai sosok yang ramah tapi sangat pendiam tiba-tiba melambaikan bendera merah kepada warga—tanda ada orang meninggal.

Meski sudah dinyatakan meninggal, warga tak tahu di mana letak keberadaan Fisher. Empat bulan berlalu, hantu Fisher mulai gentayangan.

Suatu hari ada seorang pria bernama John Farley tengah berjalan sendirian. Hari itu ia kaget karena penampakan hantu yang mengarahkannya menuju aliran sungai.

Penampakan tersebut tentu membuat Farley takut setengah mati. Tapi ia sadar ada hal yang ingin ditunjukkan hantu itu kepadanya. Tak lama berjalan, hantu itu lenyap dan Farley melihat ada sesosok mayat tergeletak dengan kondisi berdarah dan babak belur.

Ternyata, George-lah pembunuh Fisher. Pria itu mengaku telah membunuh korban karena ingin memiliki lahan pertanian milik Fisher.

2. Zona Heaster Shue

 

Di musim dingin tahun 1897, Zona Heaster Shue seorang perempuan asal Greenbrier Country, West Virginia dilaporkan meninggal dunia karena kecelakaan. Hal itu merujuk pada hasil otopsi yang sudah dilakukan.

Ibunya, Mary Jane Heaster sudah ikhlas akan kepergian anaknya meski hatinya masih teriris-iris setiap teringat wajah anak perempuannya.

Suatu hari, sesosok perempuan yang menyerupai Zona Heaster Shue datang menghampiri ibunya. Ia bertanya, “Apa kabar, Ibu?”

Selama empat hari berturut-turut, hantu Zona selalu menemui ibunya dan menjelaskan kematiannya bukan karena kecelakaan. Hantu itu mengungkapkan, pelaku pembunuhan tersebut adalah ayahnya sendiri yang bernama Edward Stribbling Trout Shue.

Mengetahui petunjuk tersebut, tim dokter melakukan otopsi ulang dan melihat ada bekas luka di bagian leher. Ternyata Zona tewas dengan kondisi patah leher. Akhirnya, Edward dinyatakan bersalah atas pembunuhan Zona dan dihukum seumur hidup. Namun, baru tiga tahun menjalani hukuman, Edward meninggal karena penyakit yang dideritanya.

3. Teresita Basa

 

Pada tanggal 21 Februari 1977, Departemen Pemadam Kebakaran Chicago berhasil memadamkan si jago merah yang mengamuk di sebuah apartemen.

Saat menyusuri bagian apartemen, pihaknya menemukan jasad perempuan berusia 47 tahun dalam kondisi hangus terbakar.

Setelah diidentifikasi jasad tersebut bernama Teresita Basa. Hal yang membuat kaget adalah penemuan sebilah pisau yang masih tertancap di bagian dada Teresita.

Karena keterbatasan barang bukti, polisi sulit mengungkap kasus pembunuhan ini. Sementara itu, hantu Teresita Basa menampakkan diri ke hadapan sahabatnya yang bernama Dr Jose Chua dan Istrinya Remy.

Sewaktu menampakkan diri, hantu tersebut menuturkan bahwa ia dibunuh oleh seorang pria bernama Allan Showery. Rupanya pria itu telah mencuri beberapa perhiasan miliknya.

Setelah diselidiki, polisi benar-benar menemukan perhiasan curian tersebut di kediaman Allan.

4. Maria Marten

 

Di tahun 1828, William Corder mengira bahwa ia telah berhasil membunuh sang kekasih, Maria Marten, dengan sempurna tanpa meninggalkan jejak.

Untuk menutupi pembunuhan itu, Corder pun menulis surat kepada keluarga Maria tentang kondisinya yang sudah menikah dengan seorang pria.

Awalnya pihak keluarga tak curiga dengan kondisi ini. Kemudian ibu tirinya, Ann mengalami mimpi buruk. Ia merasa seperti diberi petunjuk. Setelah bersikeras membujuk sang suami, akhirnya Ann langsung pergi ke sebuah gudang merah sesuai dengan mimpi yang ia alami.

Tak disangka, ternyata ia melihat ada jasad Maria diantara lumbung padi yang menumpuk di gudang tersebut.

Setelah kasus ini didalami lebih lanjut, pihak berwajib menjatuhi hukuman gantung kepada Corder karena terbukti bersalah dari bekas tangannya pada tubuh Maria.

5. Catherine Ballesteros

 

Jasad Catherine Ballesteros ditemukan dalam kondisi berdarah akibat ditikam oleh seorang pembunuh keji. Ada jejak kaki berdarah di lantai, beberapa benda hilang dan bekas darah di gagang pintu.

Saat diselidiki, ditemukan bercak darah dan sidik jari di gagang pintu, tetapi polisi tak menemukan petunjuk apapun.

Meski polisi tak mampu melihat titik terang dalam kasus ini, tiba-tiba hantu Catherine datang dan memberi petunjuk. Arwah wanita itu bergentayangan diantara orang-orang yang melayat ke rumahnya.

Baca juga: Satu Keluarga Mantan Pejabat Batam Ini Masuk ‘Rombongan’ 18 WNI yang Kabur dari ISIS Setelah 2 Tahun Hilang

Tiba-tiba sang ibu mendengar bisikan Catherine dan mengatakan ‘Baba…Baba…Baba..”

Ternyata, ada salah satu pelayat yang bernama Ryan Baba Viscarra. Ibu Catherine mencurigai pria itu dan memberi tahu polisi tentang firasatnya. Saat diselidiki terkait sidik jari dan darah, Ryan Baba terbukti bersalah dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.