Sidang Buni Yani, Kesaksian Ahok: Saya Diancam Dibunuh


SURATKABAR.ID – Selasa (15/8/2017), Jaksa Penuntut Umum (JPU) Andi M. Taufik membacakan 13 poin kesaksian Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang didasarkan pada berita acara penyelidikan (BAP) dalam sidang lanjutan kasus dugaan pelanggaran UU ITE dengan terdakwa Buni Yani di Gedung Perpustakaan dan Arsip Kota Bandung.

Dalam kesaksian tertulis itu, Ahok mengaatakan bahwa dirinya dirugikan oleh unggahan Buni Yani pada akun Facebook-nya. Ahok juga mengungkapkan adanya ancaman pembunuhan pada dirinya karena dianggap telah menistakan agama.

“Saya mengalami kerugian antara lain, saya mengalami fitnah di mana banyak orang terutama warga DKI Jakarta menganggap saya menista salah satu agama. Saya juga merasa terancam karena sampai ada seseorang yang ingin membunuh saya, dengan imbalan uang sejumlah satu miliar karena saya telah menistakan agama,” kata Ahok dalam BAP-nya seperti diberitakan antaranews.com.

Ahok juga menuturkan sempat diminta mundur oleh salah satu partai dalam pencalonanya sebagai gubernur petahana pada Pilgub DKI Jakarta.

Baca Juga: Siswi SMPN 4 Demak Lumpuh Setelah Imunisasi Campak dan Rubella, Begini Kronologinya

“Dalam pelaksanaan kampanye kampanye saya ditolak di beberapa tempat, dikarenakan saya telah dituduh menistakan agama,”

Terkait dengan ungkapan yang dianggap menistakan agama, yakni tentang dibohongi oleh surat Al Maidah ayat 51, Ahok mengatakan bahwa itu tidak sesuai dengan apa yang ia sampaikan.

“Dapat saya jelaskan bahwa kalimat bapak ibu (pemilih muslim) dibohongi surat Al Maidah 51 (dan) masuk neraka, tidak sesuai dengan apa yang saya sampaikan saat memberikan kata sambutan di tempat pelelangan ikan di Pulau Pramuka,” katanya.

Sementara itu, salah satu pengacara Buni Yani, Aldwin Rahadian mengatakan bahwa kesaksian Ahok itu tidak berdasar sehingga bisa digugurkan. Ahoklah, kata Aldwin, yang membuat masyarakat resah karena menyinggung surat Al Maidah.

“Timbulnya keresahan ini bukan karena postingan Buni Yani, tetapi keresahan itu karena ucapan dari terdakwa sendiri tentang surat Al-Maidah. Jadi jelas, kesaksian ini dapat digugurkan dan ini suatu fitnah kepada Buni Yani,” ujar Aldwin.

Dalam sidang lanjutan kasus dugaan pelanggaran UU ITE dengan terdakwa Buni Yani kesembilan itu, Ahok kembali tidak hadir.