Ledek Anggota Polisi, Petinggi Satpol PP Jabar Langsung Dibeginikan


SURATKABAR.ID – Seorang anggota Satpol PP Jawa Barat mengunggah suatu hal yang kontennya menuai kontroversi di Instagram. Pejabat Satpol PP yang bernama Ari Safrizal Wildan tersebut menggunggah foto menaiki motor gede di halaman Kantor Satpol PP Jawa Barat dalam akun @rielmen.

Foto tersebut mengandung caption yang membuat gempar lantaran diduga berkonten sindiran terhadap institusi kepolisian. Pada postingan yang beredar di media sosial, terdapat komentar berbunyi, “@aryirfan12 kamu keluarga miskin aza sok belagu. Kalo klrga kaya ga akan mw jadi brigadir.. brigadir baru bisa kredit motor aza sombong.. Mw nyaingin polpp yg punya harley,. Muke lu jauh,” tulis Ari melalui akun @rielmen, sebagaimana dilansir dari warta Republika, Senin (3/7/2017).

Postingan ini sontak menjadi sorotan publik dan viral di media sosial. Bahkan, diketahui kantor Satpol PP Jawa Barat pun didatangi sekelompok orang yang diduga anggota kepolisian. Mereka mencari Ari pada Minggu (2/7/2017) malam kemarin.

Sapta Yulianto Dasuki sebagai sekretaris Satpol PP Jabar membenarkan ada sekelompok orang yang mendatangi Kantor Satpol PP Jawa Barat di Jalan Banda, Kota Bandung, Minggu malam. Informasi ini didapatkannya dari petugas keamanan.

Baca juga: Ahmad Dhani dan Mulan Jameela Tawarkan Diri Jadi Anggota Tim Kerja Anies-Sandi di Bidang Ini

“Berkaitan berita tadi malam kedatangan beberapa orang yang mengaku anggota Polri menanyakan keberadaan Ari yang katanya anggota Satpol PP.  Dijawab satpam, ‘Betul kantornya di sini, tapi lagi libur.’ Akhirnya ada beberapa kepolisian termasuk Wakasat Intel Polretabes yang menenangkan anggotanya,” urai Sapta saat dikonfirmasi di Kantor Satpol PP Jawa Barat, Jalan Banda, Kota Bandung, Senin (3/7/2017).

Komentar Atas Nama Pribadi, Bukan Institusi

Dituturkan Sapta, kedatangan sekelompok anggota Polri tersebut berkaitan dengan keributan di media sosial. Ia menjelaskan, pada Minggu malam kemarin yang bersangkutan pun sudah memberikan keterangan terkait komentarnya tersebut di Markas Polrestabes Bandung.

Ia mengakui, Ari merupakan Kasi Pembinaan PPNS Satpol PP Jabar. Sapta pun menyayangkan kata-kata tersebut dikeluarkan Ari yang merupakan pegawai negeri sipil (PNS) dengan kode etik.

“Secara lembaga kita menyesalkan ada anggota Pol PP yang menyampaikan kata-kata seperti itu. Tapi komentar yang dikeluarkan atas nama pribadi, bukan institusi,” tegasnya.

Sapta lantas mempersilakan kelanjutan kasus jika beberapa pihak hendak membawanya ke ranah hukum. Dengan kata lain, pihaknya mendukung penyelidikan yang dibutuhkan kepolisian.

“Hasil nanti pemeriksaan seperti apa, yang bersangkutan juga sudah dipanggil oleh kita. Kita sampaikan kode etik PNS. Itu yang kita gariskan supaya tetap berpegang teguh pada itu,” tuturnya.

Tak Indahkan Kode Etik karena Khilaf

Hingga pukul 15.30 WIB sore tadi, pertemuan antara anggota Brimob dengan pejabat Satpol PP Jawa Barat di Kantor Satpol PP Jawa Barat masih berlangsung.

Menjelang petang, Ari Safrizal Wildan diketahui sudah menyampaikan permohonan maaf atas ucapannya di media sosial yang telah menghina anggota kepolisian berpangkat brigadir terrsebut. Kepala Seksi Pembinaan PPNS Satpol PP Jawa Barat‎ tersebut menyesali ucapan provokatif yang menyerang institusi Polri.

Baca juga: Fahri Hamzah: KPK Seperti Berhala

“Mohon maaf sebesar-besarnya kepada brigadir di seluruh Indonesia. Yang saya lakukan di Instagram saya mohon maaf yang sebesar-besarnya,” tutur Ari di Kantor Satpol PP Jawa Barat, Jalan Banda, Kota Bandung, Senin (3/7/2017) petang, melansir reportase Merdeka.

Adapun hingga berita ini dimuat, akun Instagram Ari dengan nama @rielmen sudah tidak ditemukan dalam penelusuran internet dan diduga sudah dinonaktifkan.