Terkait Sekolah Lima Hari, Ini Permintaan Menag Kepada Mendikbud


SURATKABAR.ID – Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Agama Republik Indonesia mengaku sudah berbicara kepada Mendikbud, Muhadjir Effendy terkait kebijakan sekolah lima hari yang menui protes dari berbagai kalangan. Apalagi, kebijakan tersebut dikhawatirkan akan mengancam eksistensi Madrasah Diniyah.

“Tadi saya sudah banyak berbicara dengan Bapak Mendikbud, agar bisa memberikan penjelasan yang lebih komprehensif, lebih menyeluruh, yang lebih utuh terkait rencana kebijakan ini,” kata Lukman di kompleks Istana Negara, Rabu (14/6/2017) seperti yang dikutip di jpnn.com

Politisi PPP tersebut berharap jika ada penjelasan yang lengkap mengenai kebijakan tersebut agar tidak disalahpahami oleh rakyat.

“Khususnya kalangan pondok pesantren, Madrasah Diniyah yang menganggap bahwa kebijakan ini akan merugikan mereka. Perlu ada sosialisasi lebih masif kalau memang kebijakan ini dilaksanakan,” jelas Lukman

Baca juga: MUI Minta Mendikbud Kaji Ulang Kebijakan Sekolah Lima Hari dalam Seminggu

Sebagai Menteri Agama, papar Lukman, dirinya memiliki kepentingan dengan Madrasah Diniyah agar tidak terkena dampak negatif dari kebijakan yang dibuat oleh Kemendikbud.

Rencananya, pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan menerapkan kebijakan sekolah lima hari tersebut dimulai tahun ajaran baru 2017/2018. Dalam kebijakan baru itu, disiapkan sekolah hanya Senin sampai Jumat dan Sabtu-Minggu libur. Mendikbud Muhadjir Effendy menyebutkan jika pemotongan hari belajar dilakukan lantaran akan ada penambahan waktu efiektif siswa dan guru di sekolah.

“Nanti sudah diperpanjang waktu belajarnya. Minimun delapan jam itu (sehari). Kalau minimum delapan jam, lima hari masuk, sudah 40 jam per minggu,” papar Muhadjir pada Kamis (8/6/2017).

Dan perubahan tersebut menurutnya sudah sesuai dengan standar kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) guru.

Baca juga: Masih Ingat Anak Gugat Ibu Kandung Sebesar 1,8 Miliar? Begini Kabar Terbarunya

“Kalau sudah itu (40 jam seminggu) sudah melampaui standar kerja ASN, sehingga guru mengikuti standar itu,” jelasnya lagi.

Muhadjir menyebutkan jika selama ini hari Sabtu diisi dengan kegitana ekstrakurikuler, dengan kebijakan baru ini nantinya waktu liburan lebih banyak.