Perkara Perilaku Persekusi, Begini Kecaman Keras dari Sandiaga Uno

"Tidak ada ruang untuk persekusi di Jakarta..."


SURATKABAR.ID – Video berisi beberapa anggota Front Pembela Islam (FPI) yang mengintimidasi seorang anak di bawah umur masih menjadi perbincangan hangat di media massa dan media sosial Nusantara. Menjadi viral, perkara persekusi ini mendatangkan kecaman alih-alih pujian. Sejumlah tokoh masyakarat pun terang-terangan mengecam perbuatan tersebut, termasuk Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih, Sandiaga Salahuddin Uno.

“Saya sepakat dengan petinggi-petinggi termasuk Pak Djarot [Saiful Hidayat] juga bahwa tidak ada ruang untuk persekusi (intimidasi) di Jakarta dan kita harus tindak tegas!” tandas Sandiaga, di Graha Sucofindo, Jalan Raya Pasar Minggu, Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (4/6/2017), sebagaimana dilansir dari Merdeka, sore ini.

Pada pemberitaan sebelumnya, beredar video seorang remaja laki-laki asal Cipinang Muara yang sedang diintimidasi oleh belasan orang. Video tersebut beredar luas melalui media sosial. Inisial korban, PMA (15), diduga mengalami kekerasan karena telah menyinggung pimpinan FPI Habib Rizieq Shihab dalam statusnya di Facebook.

Insiden tersebut terjadi di RW 03 Cipinang Muara, Jakarta Timur. Dalam video yang berdurasi sekitar 2 menit 19 detik itu, tampak PMA sedang diinterogasi oleh belasan anggota FPI. Terlihat juga, ada pria yang menampar wajah PMA.

Baca juga: Soal Insiden Persekusi Remaja asal Cipinang-Muara, Begini Teguran Tegas Jokowi

Kombes Andry Wibowo dari Kapolres Jakarta Timur membenarkan adanya kejadian tersebut. Saat ini dua orang yang melakukan kekerasan sudah diamankan.

“Iya dua orang diamankan. M dan U dibawa ke Polda Metro. Ya si M sudah mengakui ada intimidasi. Si M dari FPI, satu lagi juga,” urainya kepada tim wartawan pada Kamis (1/6/2017) lalu.

Kini, PMS beserta ibu dan keluarganya dievakuasi oleh aparat kepolisian. Mereka tak lagi menghuni kediaman mereka di Cipinang Muara, melainkan diboyong dan menempati rumah aman untuk sementara, hingga prosesi hukum usai. Disebutkan juga bahwa PMA akan membuat laporan kepolisian.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, intimidasi tersebut dilakukan pada Minggu (28/5/2017) pukul 24.00 WIB, di kantor RW 3 Kelurahan Cipinang Muara. Pengurus RW yang ada di lokasi kejadian juga akan ikut  dimintai keterangan.

Baca juga: Dua Pelaku Persekusi Remaja 15 Tahun Diciduk Polisi, Ini Tindakan FPI

Tindakan intimidasi ini sudah tergolong merupakan persekusi. Persekusi yakni perbuatan sewenang-wenang terhadap seseorang atau sejumlah warga yang kemudian disakiti, dipersulit dan dirugikan. Hingga berita ini dimuat, polisi masih terus menyelidiki apa persisnya motif penganiayaan tersebut.