Soal Reklamasi, Amien Rais: Negara Ini Sedang Digadaikan


    SURATKABAR.ID – Sejak awal, Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais dengan tegas menolak proyek reklamasi yang digarap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta era Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

    Menurut Amien, proyek reklamasi Teluk Jakarta ini merupakan gambaran bahwa pemerintah tengah menjual negara ke pengembang.

    “Jadi reklamasi itu adalah contoh yang ada di depan mata kita bahwa negara ini sedang digadaikan, dijual ke pengembang,” tutur Amien saat menghadiri acara peluncuran buku berjudul Usut Tuntas Dugaan Korupsi Ahok, Selasa (23/5/2017) lalu, dilansir sindonews.com.

    Amien melanjutkan, proyek reklamasi Teluk Jakarta ini bukanlah untuk kepentingan warga Ibu Kota, melainkan segelintir pihak saja.

    Baca juga: Terungkap! Artis Cantik Ini Dijauhi Keluarga Karena Jadi Mualaf

    “Apakah itu untuk kepentingan pengembang, atau pun segelintir orang? Apa untuk Jakarta? Ini untuk cukong-cukong sana,” tegas Amien.

    Oleh karena itu, dia berharap agar proyek ini dapat segera dihentikan. Selain itu, sejumlah kejanggalan dalam proyek tersebut juga diharapkan bisa segera diusut oleh penegak hukum, baik Kejaksaan maupun Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

    Menurut Amien, Ahok juga bakal tetap aman jika proyek ini terus dilanjutkan.

    “Karena saya menganggap kalau yang di depan mata kita reklamasi ini jalan terus, Ahok yang sudah segudang buktinya juga tidak diapa-apakan,” pungkasnya.

    Terkait proyek reklamasi ini, Amien Rais juga sempat menantang Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan untuk mengadu data dan fakta tentang proyek reklamasi Teluk Jakarta.

    Tantangan Amien ini ternyata mendapat dukungan dari Wakil Ketua Komisi IV DPR Daniel Johan. Menurutnya, tantangan Amien ini akan bermanfaat untuk masa depan.

    “Untuk kebaikan kenapa enggak dukung? Pemerintah juga butuh data yang valid,” tegas Daniel.

    Data dan fakta ini memang sangat diperlukan agar pemerintah tak salah langkah dalam mengambil keputusan terbaik.