Inilah Kisah Heroik 'Pak Sakera', Tokoh Pembela Kaum Lemah Yang Bikin Belanda Tunggang Langgang


SURATKABAR.ID cerita –cerita heroisme perjuangan rakyat Indonesia di zaman penjajahan memang begitu terpatri di dada rakyat Nusantara.

Jika Jakarta punya Sipitung, Smallville kota kelahiran Superman, dan Gotham ada Batman, maka Kabupaten Pasuruan memiliki SAKERA. Sayangnya masyarakat Pasuruan kurang begitu bisa membanggakan keberagaman SAKERA. Hal itu karena kurangnya pengetahuan akan sejarah SAKERA.

Seperti dilansir dari  laman Facebook, Kabupaten Pasuruan, kisah Sakera adalah sebuah kisah seorang penduduk asli Pasuruan yang bernama asli Sadiman. Sadiman lahir di Kelurahan Raci, Kecamatan Bangil.

Beliau sendiri adalah keturunan ningrat. Sakera adalah mandor sekaligus pejuang daerah yang melawan para penjajah di Perkebunan Tebu milik penjajah, Kancil Mas – Bangil. Sesuai dengan arti namanya, beliau memang mandor yang baik hati dan memperhatikan kesejahteraan pekerja.

Perlawanan Sadiman terhadap penjajah dibuktikan dengan terbunuhnya Carik Rembang yang menjadi sekutu penjajah. Carik Rembang memaksa rakyat agar menjual tanahnya dengan harga murah kepada penjajah untuk lahan tebu. Carik Rembang juga tak segan-segan menggunakan cara kekerasan untuk mendapatkan lahan tersebut.

Melihat hal ini Sakera tak tinggal diam, ia melawan penjajah hingga salah satu utusan penjajah yang bernama Markus terbunuh, karena menantang Sakera. Sakera kemudian lari dan menjadi buronan penjajah. Ketika berkunjung ke rumah ibunya, Sakera dipaksa menyerah atau ibunya dibunuh.

Dan akhirnya menyerah dan dijebloskan ke penjara. Saat dipenjara, Sakera mendengar kabar tak mengenakkan, keponakkannya yang bernama Brodin berselingkuh dengan istrinya yang bernama Marlena dan akhirnya marah, kabur dari penjara, dan membunuh Brodin.

Baca juga: Inilah Sosok Belanda Yang Diyakini Sebagai Penakluk  Jagoan Betawi “Si Pitung”

 Kemudian membalasnya dendam dengan membunuh Carik Rembang, Petinggi Perkebunan Kancil Mas yang memeras rakyat, dan Kepala Polisi Bangil yang tentunya juga penjajah, ditebas kepalanya dengan clurit oleh Sakera, karena hendak menangkapnya lagi.

Lelah dengan perngejaran ini, pihak penjajah pun mendatangi Aziz, salah satu teman Sakera. Penjajah mencari tahu kelemahan Sakera. Karena imbalan yang diberikan penjajah sangat banyak, Aziz pun menjebak Sakera dengan mengadakan tayuban dan melumpuhkannya dengan pukulan bambu apus. Sakera pun tertangkap dan dijatuhi hukuman gantung.

Sadiman dimakamkan di Dusun Bekacak Kelurahan Kolursari Kecamatan Bangil. Makamnya pun dipagari tembok dan diberi cungkupan. Tidak terlalu sulit untuk menemukannya, karena berada dipinggir jalan dan dekat dengan perkampungan.

Makamnya tidak mencolok, seperti makam-makam biasa. Meski Sakera sudah tidak ada, namun semangatnya masih tetap menggelora di hati rakyat Pasuruan.

  http://credit-n.ru/zaymyi-next.html


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaPasca Dibubarkan, PBNU Akan Lakukan Ini Kepada Eks Anggota HTI
Berita berikutnyaSBY Sebut Kemajemukan adalah Takdir Indonesia