Geger! Ahoker dan Bobotoh Saling Serang Karena Cuitan Ini


SURATKABAR.ID – Tagar #BandungTeuPaduli mendadak jadi trending di Twitter sejak Sabtu (13/5/2017) malam hingga Minggu (14/5/2017) dini hari.

Tagar ini muncul karena pertengkaran antara pendukung Persib Bandung, Bobotoh, dengan para pendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang kerap disebut sebagai Ahoker.

Kesalahpahaman bermula ketika sejumlah warga menggelar aksi bakar lilin di Lapangan Gasibu, sementara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat juga menggelar nonton bareng (nobar) laga Persib melawan Semen Padang di halaman Gedung Sate.

Kedua lokasi ini letaknya memang berdekatan. Lapangan Gasibu terletak tepat diseberang Gedung Sate.

Baca juga: Heboh Ransomware WannaCRY, Begini Himbauan Kominfo

Seperti acara nobar pada umumnya, suara penonton tentu riuh rendah mengikuti permainan di lapangan. Ternyata, suara-suara ini dianggap menganggu oleh massa yang tengah melakukan aksi bakar lilin untuk Ahok.

Seorang netizen yang juga mengikuti aksi di Lapangan Gasibu kemudian menuliskan cuitan di media sosial Twitter dan mengeluhkan keramaian tersebut hingga akhirnya memicu pertengkaran.

Tanpa pengeras suara. Dikepung loudspeaker yg sengaja dipasang di sekitar lokasi & siarkan live Persib. Bandung – Jawa Barat ! #Justice4Ahok,” tulis akun @sydSalesman seraya memposting foto aksi bakar lilin di depan Gedung Sate, Sabtu (13/5/2017) malam, dilansir republika.co.id.

Nah, cuitan dari netizen yang diduga sebagai pendukung Ahok ini kemudian sampai ke salah satu akun basis pendukung Persib, @vikingcimahifc. Akun ini kemudian melanjutkan cuitan Ahoker tersebut ke akun resmi Pemprov Jabar, @humasjabar.

Menanggapi cuitan tak menyenangkan itu, Pemprov Jabar mencoba meluruskan dengan menjelaskan bahwa acara nobar ini telah lama dijadwalkan dan diumumkan ke publik.

Kegiatan ini juga dilakukan dalam rangka menjalin interaksi dengan dengan rakyat Bumi Pasundan, Ngopi Saraosna Vol.2. Selain itu, kegiatan nobar Persib memang lumrah digelar di halaman Gedung Sate.

Pemprov Jabar juga menegaskan bahwa aksi bakar lilinlah yang sebenarnya menyalahi aturan karena tak mengantongi izin resmi. Panitia Ngopi Saraosna Vol.2 juga mengaku tak tahu akan ada acara bakar lilin itu di Lapangan Gasibu.

Gedung Sate menyatakan bahwa giat tersebut (aksi bakar lilin) tidak mendapatkan izin resmi.

Terkait adanya isu ‘pengerasan suara’ dari kami pada saat acara #NgopiSaraosna Vol. 2 adalah sbg berikut.

Besarnya volume suara pada saat acara #NgopiSaraosna telah disetting dengan volume standar luar ruangan.

Semoga tweet klarifikasi dari kami bisa membantu untuk menjelaskan keluhan yang ditujukannkepada akun kami. Terima kasih,” isi rangkaian klarifikasi @humasjabar.

Baca juga: Veronica, Pendukung Ahok yang Dianggap Hina Jokowi Akhirnya Dipolisikan

Sontak cuitan di Twitter ini pun makin membesar hingga mewarnai lini masa dan menjadi trending. Salah satunya adalah cuitan balasan berisi sindiran yang diberikan oleh akun resmi Viking pusat.

Ini Bandung, jangan samakan dengan kota lainnya karena kami adalah penjaga tradisi, much love untuk yang malam ini candle light dinner,” tulis akun dengan 408 ribu lebih pengikut itu.