Terkuak! Inilah Alasan Sebenarnya GP Ansor Malang Tolak Talk Show Ustaz Felix Siauw


SURATKABAR.ID – HM Nur Junaedi Amin, Ketua PC GP Ansor NU Kota Malang menyebutkan jika GP Ansor menolak keras acara yang diisi oleh Ustaz Felix Siauw yang digelar kemarin pada Minggu (30/4/2017).

Junaedi menyebutkan jika penolakan tersebut harus dilakukan dalam upaya menyelamatkan keutuhan Pancasila sebagai dasar negara dan yang juga merupakan pemersatu rakyat. Kronologi singkatnya, kemarin saat berlangsung acara Talk Show yang bertajuk ‘Cinta Mulia’ dengan pembicara Ustaz Felix Siauw, tiba-tiba saja pihak polisi datang dan membubarkan acara tersebut dengan alasan acara tersebut belum mendapatkan izin.

“Kita lakukan pendekatan persuasif, PC GP Ansor Malang bekerja sama dengan kepolisian karena mereka yang berwenang membubarkan acara,” kata Junaedi, seperti yang tertera di republika.co.id

Berdasarkan pada keterangan Junaedi, selain tidak memiliki izin, penolakan tersebut didasari atas sosok Ustaz Felix Siauw yang selama ini diketahui sebagai salah satu kader HTI yang sering menyuarakan terbentuknya khilafah di Indonesia.

Baca juga: Menelisik Ke Mana Ahok-Djarot Akan Berlabuh Setelah Tak Menjabat

“Kita lihat sendiri bagaimana Felix Siauw di medsos getol menyuarakan khilafah di Indonesia, GP Ansor dan simpul-simpul nasionalis lain sepakat bahwa HTI makar karena ingin menggeser Pancasila sebagai dasar negara dan mengganti pemerintahan saat ini,”bebernya lagi.

Dan Junaedi menyebutkan jika GP Ansor menjaga Pancasila untuk mempertahankan keutuhan Indonesia yang terlahir atas dasar keberagaman dan kebersamaan. Jadi, Junaedi menyebutkan berdakwah boleh-boleh saja namun tetap harus mengindahkan nilai toleransi.

Kota Malang merupakan salah satu kota yang bisa dibilang sasaran empuk untuk menyuntikkan doktrin-doktrin khilafah karena memang dihuni oleh banyak kaula muda, terutama para mahasiswa.

“Kami berupaya menjaga kondusivitas lokal di Malang, bukan dakwahnya yang kita masalahkan tapi bagaimana doktrin khilafah secara halus dibungkus melalui kegiatan seperti talk show keagamaan dan sejenisnya,” pungkas Junaedi.