Indah bin Ajaib, Ternyata Begini Rahasia Pembuatan Candi di Masa Lalu


SURATKABAR.ID – Pernahkah Anda bayangkan betapa rumitnya pembangunan sebuah candi? Apalagi mengingat konon pada masa lalu, kecanggihan teknologi belum semaju seperti sekarang. Hal itu membuat orang kebanyakan bertanya-tanya, bagaimana persisnya cara pembuatan candi. Pasalnya, dengan kemampuan dan pengetahuan yang mungkin masih primitif dan cenderung terbatas, berbagai bangunan candi nan megah serta indah kerap malah membuktikan sebaliknya. Lantas, apa rahasianya?

Indonesia mempunyai berbagai kekayaan sejarah zaman kerajaan-kerajaan yang menarik untuk diketahui lebih lanjut. Karena, dari sanalah peradaban masyarakat Nusantara dimulai.

Peninggalan-peninggalan seperti candi atau arca tersebar hampir di seluruh pelosok Indonesia, khususnya di Jawa Tengah. Bahkan konon masih ada yang hingga kini belum terkuak sepenuhnya. Bisa jadi, bukan, sebuah situs candi sebenarnya masih terkubur di teras rumah Anda?

Kembali mencoba menjawab pertanyaan pada paragraf pertama, lantas bagaimana bisa masyarakat pada zaman itu mendirikan sebuah bangunan tinggi tanpa alat-alat modern? Ditambah lagi, candi-candi yang ada sampai saat ini masih tampak berdiri kokoh, selain itu juga indah. Dilansir dari Kemdikbud.go.id, Kamis (6/4/2017), pendirian sebuah candi ternyata tidak boleh sembarangan. Ada langkah-langkah yang perlu dipatuhi.

Baca juga: Terkuaknya Fakta Mencengangkan Tentang Candi Borobudur

Lingga Pathok

Bagian dari langkah pertama, raja akan menunjuk seorang pendeta guna mencari lokasi yang tepat untuk mendirikan candi. Setelah lahan ditemukan, pendeta akan menentukan denah halaman candi berdasarkan arah mata angin utama.

Caranya, ia menancapkan tongkat pada titik yang akan digunakan sebagai pusat halaman candi. Pada candi Hindu, titik ini sangat disakralkan sehingga justru tidak menjadi bagian candi dan biasanya ditandai dengan lingga pathok atau sudolingga.

Setelah lokasi ditentukan, batu-batu akan mulai diangkat dari sungai terdekat dan dibawa ke sekitar lahan pendirian candi. Fondasi candi dibuat pada kedalaman antara 1,5 sampai 2 meter, dengan menyusun kerikil dan pasir secara horizontal seluas halaman utama candi.

Sistem Pengait

Tebalnya pun harus disesuaikan dengan tinggi dan besar candi. Batu-batu disusun dan dihubungkan secara horizontal maupun vertikal dengan berbagai sistem pengait. Pada titik-titik tertentu, dipasang batu pengunci, agar kaitan tidak tergoyahkan.

Pada bagian atap candi, batu-batu disusun dengan teknik lengkung semu yang membentuk sungkup, kemudian dikunci dengan batu penutup sungkup supaya ikatan batu menjadi kokoh. Batu penutup sungkup inilah yang menjadi titik kekuatan atap candi.

Polesan Mendetail

Usai candi berdiri utuh, proses pemahatan ornamen dan relief dilakukan mulai dari bagian atas candi. Proses ini melibatkan biarawan, ahli sastra dan arsitek yang merupakan pembuat konsep.

Setelah konsep disusun, pemahat kasar mulai membentuk figur maupun ornamen. Ornamen ataupun relief kasar ini kemudian diperhalus lagi oleh pemahat detail. Agar lebih indah, beberapa relief diberi lapisan plester.

Baca juga:  Wow! Temuan di Kaki Gunung Merapi Ini Diyakini Merupakan Situs yang Lebih Besar dan Tua dari Situs Candi Borobudur

Tentunya dengan tingkat kerumitan yang setinggi itu, diperlukan ketekunan yang juga tinggi untuk merampungkan bangunan candi. Atau bagaimana menurut Anda? Masihkah ada rahasia lain yang belum kita ketahui?