Ingat Buni Yani? Berkasnya Lengkap dan Segera Disidang, Tapi Kini Ia Malah…


SURATKABAR.ID Kepolisian Daerah Metro Jaya akhirnya melimpahkan berkas tahap pertama perkara Buni Yani, pengunggah video Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, ke Kejaksaan Tinggi Jawa Barat. Tinggal satu langkah lagi, kasus tersebut akan disidangkan.

Namun, ada satu kendala yang dialami penyidik kepolisian. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigadir Jenderal Rikwanto mengatakan institusinya masih harus melengkapi pelimpahan tahap kedua, yaitu penyerahan tersangka dan bukti.

Kejaksaan, kata Rikwanto, meminta penyerahan Buni Yani selaku tersangka untuk pelimpahan tahap kedua. Permasalahannya, keberadaan Buni Yani saat ini tidak diketahui rimbanya.

“Kami cari tahu di mana, apa di daerah tertentu atau dekat-dekat saja,” kata Rikwanto,  di Jakarta, Rabu, 5 April 2017. “Kami buat undangan untuk diserahkan ke kejaksaan sesegera mungkin.”

Polisi mengaku kesulitan mencari jejak Buni Yani sejak terakhir kali diperiksa pada Januari kemarin. Itulah sebabnya pelimpahan berkas kedua agak tersendat.

Kuasa hukum Buni Yani, Aldwin Rahadian, mengatakan keberadaan kliennya tidak sulit dicari. “Justru selama ini, Buni Yani selalu ada di rumah dan beraktivitas seperti biasa.”

Aldwin menuding polisi mengada-ngada membuat isu ‘hilangnya’ Buni Yani. “Harusnya kan kalau emang mereka mau pelimpahan perkara tahap kedua ke kejaksaan, bisa menghubungi kami, jangan asal menyebar isu klien kami hilang.”

Baca juga: Kurang Sedikit Lagi, Kasus Buni Yani Akan Segera Disidangkan 

Sementara, setelah sempat dikembalikan oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, berkas pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan tersangka Buni Yani akhirnya dinyatakan lengkap.

“Sudah lengkap dan tinggal tahap dua,” kata Kepala Kejaksaan Tinggi Jabar Setia Untung Arimuladi seperti dilansir dari Liputan6, Rabu (05/04/2017).

Kami menunggu perkembangan selanjutnya dari penyidik,” Untung menambahkan.

Untung tidak mengetahui kapan tahap dua atau penyerahan berkas, barang bukti, dan tersangka dilimpahkan ke Kejaksaan. Untung tidak menyebut rencana persidangan digelar untuk Buni Yani.

“Nanti itu dari Polda (Metro Jaya) yang akan menyerahkannya. Sekali lagi kita lihat perkembangannya,” ujar Untung.

Berkas penyidikan Buni Yani sempat dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, tapi dikembalikan ke penyidik karena dianggap belum lengkap. Kejati juga menyarankan agar pelimpahan berikutnya dilakukan ke Kejaksaan Tinggi Jawa Barat.

Sebab, locus delicti atau lokasi perbuatan pidana yang dilakukan Buni Yani berada di Depok, Jawa Barat.

Buni Yani merupakan salah satu pengunggah penggalan video pidato Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok soal Surat Al Maidah ayat 51 saat berkunjung ke Pulau Seribu. Dalam kasus ini, polisi tak mempermasalahkan konten video yang diunggah.

Namun caption atau deskripsi yang ditulis Buni Yani di akun Facebook-nya dianggap melanggar Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45 ayat 2 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Buni Yani sempat menggugat praperadilan, namun ditolak PN Jakarta Selatan.

  http://credit-n.ru/zaymyi-next.html


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaPemuda Ini Bawa Foto M***m Bersama Pengantin Wanita ke Resepsi. Hasilnya…
Berita berikutnyaKurangi Limbah Pakaian, Peneliti dari Aalto University Ubah Kain Polyester Jadi Bahan Ramah Lingkungan