Sabu Senilai Rp 2,4 Miliar dan Uang Palsu Rp 40 Juta Dimusnahkan Kejari Cimahi


SURATKABAR.ID – Petugas Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Cimahi memusnahkan barang bukti berupa narkoba di halaman Kejari Kota Cimahi, Jalan Sangkuriang, Rabu (29/3/2017). Barang bukti berupa sabu dengan berat 847 gram, yang setidaknya mempunyai nilai nominal Rp 2,4 miliar dibakar.

Dalam terminasi tersebut, turut dimusnahkan pula narkoba jenis ganja, obat-obatan farmasi, alat kesehatan, dan uang palsu senilai Rp 40 juta yang terkuak kasusnya pada tahun 2016. Demikian sebagaimana direportasekan dalam Galamedianews.com.

Adapun turut menghadiri pemusnahan yang dilakukan di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Cimahi Jalan Sangkuriang, Kota Cimahi tersebut yakni Kasat Narkoba Polres Cimahi, AKP Wahyu Agung.

Berdasarkan keterangan Kajari Kota Cimahi, Harjo, diketahui bahwa semua barang bukti yang dimusnahkan tersebut bahkan belum diketahui berapa persis jumlah material keseluruhannya.

Baca juga: Ini Kronologis Lengkap Penangkapan Ridho Rhoma, Mulai Konsumsi Sabu dengan Bandar Narkoba Hingga Jalani Tes Urine

“Untuk keseluruhannya belum diketahui berapa jumlahnya, untuk uang palsu sendiri sekitar Rp 40 juta Rupiah, dan untuk sabu senilai 2,4 miliar,” pungkasnya.

Terkait uang palsu (upal), sampai saat ini Bank Indonesia (BI) masih terus meningkatkan layanan kas keliling bahkan hingga ke berbagai wilayah perbatasan dan pelosok nusantara. Langkah tersebut siap ditingkatkan di masa mendatang agar masyarakat yang berlokasi di pedalaman pun benar-benar mengetahui bahwa Rupiah adalah mata uang asli yang dipergunakan di Indonesia.

Bahaya Sabu Fatal dan Berkepanjangan

Sementara itu, penyisiran kasus demi kasus narkoba terutama sabu di Indonesia masih menjadi perhatian pihak berwajib. Setelah kasus Ridho Rhoma yang cukup menghebohkan beberapa waktu lalu, perlu diketahui dampak negatif sabu terhadap penggunanya. Orang yang konsumsi sabu akan merasa lebih percaya diri. Namun, efek menyenangkan itu hanya terjadi sesaat.

Dokter kesehatan jiwa, dr. Andri, SpKJ, FAPM menjelaskan dalam National Geographic Indonesia bahwa zat golongan amfetamin atau metamfetamin seperti sabu-sabu dan ekstasi dapat menyebabkan lonjakan hormon serotonin dan dopamin berkali-kali lipat dari biasanya.

“Hal ini yang membuat pengguna stimulan merasakan rasa nyaman dan gembira luar biasa,” ungkap Andri.

Awalnya, pemakai sabu akan merasa lebih percaya diri. Namun, efek menyenangkan itu hanya terjadi sesaat. Efek yang sebenarnya terjadi adalah kerusakan kesimbangan sistem di otak. Mereka yang konsumsi sabu bisa menjadi lebih sulit mengelola stres di kemudian hari.

Diungkapkan Andri, penggunaan sabu dalam jangka panjang bisa menimbulkan efek gangguan kecemasan di kemudian hari. Efek tersebut bahkan muncul setelah sudah tak lagi konsumsi sabu. Gejala kecemasan bisa berupa jantung berdebar tiba-tiba, sesak napas, hingga perasaan melayang. Hal itu terjadi karena sudah rusaknya keseimbangan sistem hormon serotonin dan dopamin di otak.

Baca juga: Ini Sebabnya Candu Narkoba Beralih ke Candu Digital

Efek lain yang juga bisa muncul ialah gejala psikotik, seperti ide-ide paranoid. Para pengguna sabu jadi rentan depresi dibuatnya.