NASA Bakal Gunakan Drone untuk Jelajahi Mars


© youtube.com

SURATKABAR.ID Hingga kini, penelitian dan percobaan untuk dapat mengirimkan manusia ke planet Mars terus saja dilakukan, salah satunya oleh Badan Antariksa Amerika Serikat, NASA.

Sayangnya, impian untuk melakukan perjalanan ke Mars tidak semudah membalikkan tangan. Contohnya saja, di tahun 2015 silam, NASA menunda melakukan pengiriman melalui misinya yang bernama NASA InSight. Menurut NASA, seperti yang dikutip dari NewAtlas.com (27/3/2017), penundaan tersebut disebabkan adanya kerusakan instrumen pesawat yang akan digunakan untuk pergi ke Mars.

NASA pun mengklarifikasi bahwa akan melakukan misi kembali pada bulan Mei 2018 dan diperkirakan sampai di Planet Merah tersebut tujuh bulan kemudian, tepatnya pada 26 November 2018.

Sebelum mengirimkan manusia ke planet tersebut, NASA mencoba melakukan eksplorasi dengan menjelajahi Mars. Penjelajahan tersebut menggunakan alat khusus yang dapat memindai banyak tempat di Mars dengan menggunakan drone yang diciptakan oleh Pusat Peneliti Langley NASA. Diharapkan drone yang diciptakan tersebut dapat mempercepat dan memperluas jangkauan penjelejahan di Mars.

Drone tersebut menggunakan energi listrik dan dilengkapi dengan rover secara terpisah. Rover yang dimaksud adalah sebuah alat yang berfungsi untuk melakukan pengisian daya drone itu. Sayangnya, sampai sekarang, drone yang digadang-gadangkan dapat menjadi ‘mata-mata NASA di Mars masih tahap prototipe.

Para penciptanya masih mencoba mengembangkan drone tersebut sedemikian rupa agar dapat bebas lepas landas secara vertikal, transisi antara penerbangan vertikal dan horizontal sampai dengan pendaratan sempurna tanpa adanya campur tangan manusia.

Pihak Langley NASA menjelaskan bahwa drone tersebut dilengkapi dengan mesin dan baterai berteknologi baru yang memungkinkan melakukan penerbangan di daerah luas dan dilengkapi dengan kemampuan pemetaan serta sistem sensor canggih.

Ketika drone telah menyelesaikan misi, pesawat tersebut akan mendarat di dekat rover dan masuk ke perangkat yang berfungsi sebagai docking untuk melakukan pengisian ulang baterainya. Pesawat tak berawak ini juga telah melakukan uji coba di ruang dengan tekanan rendah di laboratorium Langley.

Drone tersebut bukan hanya membantu menyelesaikan misi NASA dalam penjelajahan Mars, tapi juga sebagai alat untuk mencari daerah yang cocok untuk dijadikan tempat tinggal manusia di planet tersebut nantinya.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaBerbekal Kondom, Begini Cara Penipu Kelabui Korbannya
Berita berikutnyaUsai Nyepi, Tradisi Ciuman Ini Ramaikan Bali