Gempar! Tim Ahok-Djarot Bakal Laporkan Anies Terkait Hal Ini


SURATKABAR.ID – Tim kuasa hukum pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)- Djarot Saiful Hidayat rencananya akan melaporkan calon Gubenur DKI Jakarta dengan nomor pemilihan tiga yakni Anies Baswedan ke pihak yang berwenang.

Anggota tim kuasa hukum Ahok-Djarot, Pantas Nainggolan menyebutkan jika pelaporan tersebut terkait dugaan fitnah penggusuran yang disebut akan dilakukan oleh Anies Baswedan.

“Kami akan melaporkan saudara Anies yang kami duga telah melakukan fitnah tentang manipulasi data penggusuran,” papar Pantas saat berada di posko pemenangan Basuki Djarot yang berada di Jalan Cemara, Menteng, Jakarta Pusat pada Selasa (28/3/2017) dikutip di kompas.com.

Pantas juga menyebutkan jika daftar 325 wilayah yang berpotensi digusur tahun 2016 yakni titik-titik bangunan di aats kali, spanduk liar, penyandang masalah kesejahteraan sosial, pedagang kaki lima, dan lain sebaganya. Dalam daftar tersebut tidak disebutkan adanya terminologi penggusuran.

Baca juga: Gempar! Inul Dipolisikan Lantaran Dianggap Hina Ulama

Pantas juga menyebutkan jika Anies pasti juga mengetahui bahwa ucapannya tentang adanya penggusuran yang disampaikan saat kampanye itu bukanlah pendidikan politik yang baik. Oleh sebab itulah tim hukum Ahok-Djarot berencana akan melaporkan Anies.

“Saya yakin Pak Anies sebagai tokoh pendidik akan menyadari itu bukan pendidikan politik yang baik, tapi itu pendidikan menyesatkan dan menimbulkan kekhawatiran masyarakat,” katanya lagi.

Pantas belum memastikan kapan akan melaporkan Anies. Namun, dia menyebutkan laporan tersebut akan dilayangkan dalam waktu dekat ke Bawaslu DKI Jakarta. Tim kuasa hukum Ahok-Djarot juga bakal mengkaji kemungkinan adanya pidana umum dan melaporkannya ke polisi.

Mereka akan membawa bukti berupa pemberitaan media massa. Selain itu tim kuasa hukum pasangan nomor dua tersebut juga meminta semua peserta Pilkada DKI Jakarta 2017 untuk bisa berkompetisi secara sehat dan baik.

“Kami mengimbau setiap kontestan berkompetisi dengan arif dan bijaksana karena kampanye adalah pendidikan politik yang baik. Undang-undang melarang mendiskreditkan pihak lawan untuk meraih kemenangan,” pungkas Pantas.