Suami Tewas Karena Oknum Polisi, Curhatan Wanita Ini Dijawab Akun Polres Bogor


SURATKABAR.ID – Seorang ibu rumah tangga mendadak menghebohkan Instagram karena postingan berisi curhatannya.

Menggunakan akun Instagram @wantykeizayulianto, wanita ini mengisahkan tentang kepergian suaminya. Ia menuturkan bahwa suami yang dicintainya itu tewas akibat ditabrak oleh anggota polisi.

Namun, sudah sebulan insiden naas itu berlalu, wanita ini merasa kasusnya tak juga selesai. Ia juga merasa bahwa kecelakaan tersebut bagaikan kasus pembunuhan bagi keluarganya.

Karena itu ia meminta saran kepada netizen pengguna Instagram karena memikirkan nasib anaknya yang masih kecil, yakni 6 dan 2 tahun

Baca juga: #EsTehAnget, Kisah Romantis ala FTV Dibalik Demo Supir Angkot di Malang

Postingan ini kemudian diunggah oleh akun gosip @lambe_turah dan mendadak menjadi perbincangan hangat netizen.

Maaf sebelumnya bukan bermaksud apa2 sy cuman mau curhat ini foto alm suami tercinta saya tgl 7 feb kemaren mengalami insiden motor suami saya di tabrak sama salah satu oknum polisi sampai saat ini saya masih berasa mimpi. nama suami sy dodi yulianto dia meninggal di rmh sakit. sampai saat ini pihak kel pelaku seperti menarik ulur masalah ini. bagi kel kami ini udh pembunuhan. sy bukan mencari sensasi tetapi saya mencari ke adilan buat ank2 sy. sy seorang ibu rmh tangga yg mempunyai 2 orang ank ank2 saya masih kecil. kk baru 6 1/2 thn ada baru 2 thn. bagi yg baca tolong kasih masukan dgn masalah saya. makasih banyak,” tulisnya.

Setelah menghebohkan publik jagat maya, kisah dalam postingan ini pun mulai terkuak.

Ternyata, kecelakaan tersebut terjadi di Kabupaten Bogor. Saat ini, pihak kepolisian juga masih menangani kasusnya.

Akun Polres Bogor yang menyelesaikan proses hukumnya, memberikan konfirmasi atas kejadian tersebut. Sebab, mereka tak setuju dengan kata “pembunuhan” dalam postingan wanita itu.

Selamat Siang, Kepada Admin mohon di ACC, kami akan konfirmasi terkait postingan admin. Boleh mba. Kalau bisa postingan sebelumnya di klarifikasi captionnya, karena ada kata “pembunuhan” tidak sesuai dengan kejadiannya. Bahwa itu kecelakaan yg diakibatkan kelalaian pengendara mobil,” kalimat pembuka dari akun Polres Bogor.

Selanjutnya, Polres Bogor menjelaskan duduk perkara yang terjadi antara korban dan pelaku, serta keluarga mereka.

“Dan sampai saat ini pelaku masih di tahan di tahanan Polres Bogor untuk dilakukan proses oleh Provost Polri. Jadi kami tidak melakukan pembiaran dan proses hukum masih terus berlanjut Sesaat setelah kejadianpun kami dari Polres Bogor langsung melakukan upaya menyediakan ambulance dan kendaraan pengawalan. Serta bertanggung jawab atas pembiayaan rumah sakit, memberikan santunan kepada keluarga korban, dan pengawalan jenazah korban ke rumah duka hingga proses pemakaman jenazah ke peristirahatan terakhir.”

Penjelasan ini pun dilanjutkan dengan permintaan keluarga korban diluar ranah perkara, “Namun untuk memenuhi permintaan kebutuhan keluarga korban seperti biaya pendidikan anak dan kehidupannya anggota keluarga, itu diluar ranah perkara sehingga untuk kesepakatan tanggungan biaya itu tergantung dari kesepakatan keluarga korban dan pelaku. Dan sampai saat ini pelaku masih di tahan di tahanan Polres Bogor untuk dilakukan proses oleh Provost Polri. Jadi kami tidak melakukan pembiaran dan proses hukum masih terus berlanjut”.

Baca juga: Pengakuan Mengerikan dari Pelaku Penculikan, Ternyata Para Bocah akan Dijadikan….

Kematian seorang kepala keluarga memang cukup berat bagi keluarga yang ditinggalkan. Semoga masalah ini bisa segera diselesaikan dengan baik, ya.