Begini Isi Kesepakatan yang Mendinginkan Aksi Demo Sopir Angkot di Bandung


SURATKABAR.IDSetelah seharian berunjuk rasa serta ogah mengangkut penumpang, para sopir angkutan kota (angkot) dan taksi yang menggelar demo di depan Gedung Sate, Kota Bandung, Jawa Barat, membubarkan diri. Massa dibubarkan setelah disepakati poin hasil pertemuan antara perwakilan mereka dengan perwakilan pemerintah.

Dilansir dari Okezone, pembacaan pernyataan dilakukan oleh Kabid Angkutan dan Terminal Dinas Perhubungan Kota Bandung, Yosep Heryansyah. Ada tiga poin yang disepakati baik dari pihak massa, Dishub Jawa Barat, dan Kota Bandung, Polda Jawa Barat, dan beberapa pihak lain.

“Dari hasil pertemuan dinyatakan bersama bahwa, pertama, Dishub Jawa Barat akan menindaklanjuti tuntutan pembatalan atau pencabutan Permenhub Nomor 32 Tahun 2016 melalui surat resmi kepada Kementerian Perhubungan, Dishub Jawa Barat, dan Dishub Kota Bandung,” kata Yosep, Kamis (9/3/2017).

Kedua, Dishub dan Polda Jawa Barat akan menindak tegas angkutan orang berbasis online atau ilegal sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Baca juga: Masih Ingat dengan Demo Angkot di Malang? Bikin Haru! Begini Cara Warga Meresponnya

Ketiga, Aliansi Moda Transportasi Umum Jawa Barat akan membantu dan bekerjasama dalam memberikan informasi dan komunikasi dalam penertiban angkutan berbasis online atau ilegal.

Yosep lantas meminta massa membubarkan diri dengan tertib usai membacakan surat pernyataan bersama. Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Hendro Pandowo juga mengucapkan terima kasih pada massa yang terhitung tertib dalam berunjuk rasa.

“Selamat berjuang, silakan pulang ke tempat masing-masing dan akan kita kawal,” tutur Hendro.

Di samping itu, perwakilan massa aksi menyampaikan melalui pengeras suara atas rasa puasnya dari hasil demonstrasi audience.

“Teman-teman, mulai hari ini angkutan ilegal akan ditindak. Angkutan ilegal di Bandung akan segera habis,” imbuhnya.

Massa lantas langsung membubarkan diri dengan tertib. Arus lalu lintas di sekitar Gedung Sate yang sempat terganggu pun kembali normal.

Unjuk rasa dilakukan sopir angkot memprotes keberadaan taksi online di Bandung. Sempat memanas tadi pagi, ada angkot jurusan Kebon Kalapa-Ledeng yang dilempari batu saat melintas di Jalan Sulanjana untuk menuju ke Gedung Sate. Pelakunya diduga dua pria berboncengan sepeda motor.

Ratusan sopir yang sedang menunggu hasil audiensi di depan Gedung Sate kemudian merangsek ke pertigaan Jalan Cilamaya, tempat angkot tersebut diparkir.

Berbagai umpatan diucapkan ratusan sopir angkot sambil berjalan menuju angkot tersebut. Ada yang mengajak melakukan sweeping hingga pembalasan. Salah seorang perwakilan massa lalu menenangkan mereka.

“Jangan terprovokasi. Ini bukti apa yang mereka lakukan,” cetusnya.

Baca juga: #EsTehAnget, Kisah Romantis ala FTV Dibalik Demo Sopir Angkot di Malang

Kapolrestabes Bandung, Kombes Hendro Pandowo, lalu berusaha meredam emosi para sopir angkot.

“Mari kita jaga situasi kamtibmas di Kota Bandung agar kondusif. Hanya di Bandung unjuk rasa sopir angkot aman, pertahankan itu. Jangan terprovokasi. Unjuk rasa ini harus aman,” sahut Hendro melalui pengeras suara.